Putin Bersumpah Balas Ukraina yang Bombardir 41 Pesawat Rusia, Termasuk Pesawat Pengebom Nuklir

Kamis, 05 Juni 2025 - 07:49 WIB
loading...
Putin Bersumpah Balas...
Presiden Vladimir Putin janji balas serangan Ukraina yang hantam 41 pesawat Rusia, termasuk pesawat pengebom nuklir. Foto/SBU
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin bersumpah akan membalas gelombang serangan drone Ukraina yang telah membombardir lima pangkalan udara Rusia pada hari Minggu lalu. Serangan ratusan drone itu menghantam 41 pesawat Moskow, termasuk pesawat pengebom nuklir.

Ancaman pembalasan dari Putin itu diungkap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang telah melakukan percakapan telepon dengannya pada hari Rabu. Menurut Trump, pemimpin Kremlin tersebut telah bersumpah untuk merespons sangat kuat.

Trump mengatakan bahwa tidak ada perdamaian langsung yang terlihat di Ukraina—yang diinvasi Rusia sejak 24 Februari 2022—setelah dia melakukan panggilan telepon selama 1 jam lebih 15 menit dengan Putin.

Baca Juga: Ukraina Bombardir 5 Pangkalan Udara Rusia: Lebih dari 40 Pesawat Dihantam, Termasuk Bomber Nuklir

Panggilan telepon itu dilakukan tiga hari setelah Ukraina melakukan serangan pesawat nirawak besar-besaran dan berani terhadap lima pangkalan udara, dengan mengatakan bahwa mereka telah menghancurkan beberapa pesawat pengebom berkemampuan nuklir Rusia senilai miliaran dolar.

"[Kami] telah membahas serangan terhadap pesawat-pesawat Rusia yang parkir oleh Ukraina dan juga berbagai serangan lain yang telah terjadi oleh kedua belah pihak," kata Trump, seperti dikutip dari AFP, Kamis (5/6/2025).

"Itu adalah pembicaraan yang bagus, tetapi bukan pembicaraan yang akan mengarah pada perdamaian segera. Presiden Putin mengatakan, dan dengan sangat tegas, bahwa dia harus menanggapi serangan baru-baru ini di lapangan terbang," lanjut Trump.

Trump tidak mengatakan apakah dia telah memperingatkan Putin tentang ancaman pembalasan semacam itu terhadap Ukraina, yang telah didukung Washington hingga miliaran dolar dalam perangnya melawan Rusia.

Presiden dari Partai Republik tersebut telah berulang kali membuat khawatir Kyiv dan sekutu Barat dengan tampak berpihak pada Putin atas perang di Ukraina, dan terlibat pertengkaran hebat di Oval Office dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang saat itu sedang berkunjung.

Tetapi Trump juga telah menunjukkan rasa frustrasi yang semakin besar terhadap Putin karena Rusia sejauh ini telah menggagalkan upayanya untuk menepati janji kampanyenya, yakni mengakhiri perang dalam waktu 24 jam–meskipun dia tidak pernah menjelaskan bagaimana hal itu dapat dicapai.

Trump dan Putin Singgung Nasib Nuklir Iran


Namun, panggilan telepon antara Trump dan Putin menunjukkan bahwa Washington dan Moskow mungkin mengincar kerja sama dalam isu global utama lainnya, yakni Iran.

Trump mengatakan dia yakin dirinya dan Putin sepakat bahwa Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir, dan bahwa waktu hampir habis bagi Teheran untuk menanggapi tawaran AS untuk membuat kesepakatan.

"Presiden Putin menyarankan bahwa dia akan berpartisipasi dalam diskusi dengan Iran dan bahwa dia mungkin dapat membantu menyelesaikan masalah ini dengan cepat," kata Trump.

"Menurut saya, Iran telah memperlambat keputusan mereka tentang masalah yang sangat penting ini, dan kami akan membutuhkan jawaban yang pasti dalam waktu yang sangat singkat!" imbuh dia.

Putin memberi tahu Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa Moskow siap membantu memajukan pembicaraan tentang kesepakatan nuklir, kata Kremlin pada hari Selasa.

Namun, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan sebelumnya pada hari Rabu bahwa usulan Washington bertentangan dengan kepentingan nasional Teheran, di tengah perbedaan tajam mengenai apakah Teheran dapat terus memperkaya uranium.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved