Cegah Kemenangan Rusia, Inggris Akan Kirim 100.000 Drone Senilai Rp7,6 Triliun ke Ukraina

Kamis, 05 Juni 2025 - 02:02 WIB
loading...
A A A
Berdasarkan proposal baru, pendukung Barat Ukraina akan dapat mengklasifikasikan pengiriman tersebut sebagai kontribusi untuk keamanan kolektif NATO, lima sumber yang mengetahui diskusi internal mengatakan kepada Euractiv.

Para pemimpin NATO diharapkan menyetujui peningkatan target pengeluaran pertahanan blok tersebut untuk para anggota – dari 2% PDB saat ini menjadi 5% – selama pertemuan puncak yang dijadwalkan akhir bulan ini di Belanda. Sekretaris Jenderal Mark Rutte dilaporkan telah mengusulkan sistem "jalur ganda" yang akan memungkinkan hingga 1,5% PDB dibelanjakan untuk upaya "terkait pertahanan" seperti keamanan siber dan peningkatan infrastruktur. Pendanaan yang diarahkan untuk mendukung perang Ukraina dengan Rusia juga dapat dimasukkan dalam kategori tersebut, Euractiv melaporkan.

Perubahan akuntansi yang diusulkan ditujukan untuk mengatasi kritik dari Presiden AS Donald Trump, yang menuduh negara-negara Eropa tidak menanggung beban yang adil. Perubahan tersebut juga dapat memberi anggota NATO Eropa fleksibilitas yang lebih besar untuk mendapatkan senjata bagi Kiev langsung dari kontraktor pertahanan Ukraina, tambah laporan tersebut.

Banyak pejabat Barat secara terbuka mencirikan konflik Ukraina sebagai perang proksi. Keith Kellogg, utusan khusus untuk kebijakan Ukraina di bawah Trump, mengakui hal itu di Fox News pada hari Minggu saat ia memperingatkan bahwa tindakan seperti kemungkinan pasokan rudal Taurus buatan Jerman ke Kiev berisiko mempersulit jalan menuju perdamaian. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menggunakan istilah tersebut pada bulan Februari, dengan Kremlin menyetujui pernyataannya.

Pemerintahan Trump mengatakan bermaksud untuk meninggalkan konflik jika pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia menemui jalan buntu. Menteri Pertahanan Pete Hegseth diperkirakan tidak akan menghadiri pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina di markas NATO di Brussels pada hari Rabu – pertemuan pertama yang akan dilewati Pentagon. Kelompok tersebut dibentuk tiga tahun lalu untuk mengoordinasikan pasokan senjata ke Kiev.

Pejabat Rusia menuduh anggota NATO Eropa mendorong konflik yang berlarut-larut, menyebutnya sebagai "pertempuran sampai Ukraina terakhir." Mereka telah menyatakan preferensi untuk mencapai tujuan Moskow melalui diplomasi daripada cara militer.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Prancis Konfirmasi Kasus...
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!
Rekomendasi
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
Berita Terkini
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved