Ini Sosok Agen Rahasia Ukraina di Balik Operasi Jaring Laba-laba yang Hantam 41 Pesawat Rusia
Selasa, 03 Juni 2025 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun pernyataannya tidak mencerminkan posisi Kremlin, perhatian akan tertuju pada respons Moskow saat delegasi Rusia dan Ukraina bertemu di Istanbul pada hari Senin untuk membahas cara mengakhiri perang yang dimulai sejak 24 Februari 2022.
"Kita dapat mengharapkan banyak suara dan kemarahan dari Moskow," kata Keir Giles, pakar dari lembaga think tank Chatham House yang berbasis di London, kepada Newsweek.
Analis Max Boot dari The Washington Post juga membuat perbandingan dalam opini yang mengatakan "komando tinggi Rusia pasti sama terkejutnya dengan Amerika pada tahun 1941."
Para blogger militer pro-Rusia dan beberapa pejabat menyalahkan kepemimpinan Rusia karena gagal melindungi infrastruktur militer sejauh Irkutsk di Siberia dalam serangan yang memberikan kudeta PR (public relation) yang mencengangkan bagi Kyiv yang juga berisiko meningkat saat pembicaraan damai yang buntu dimulai kembali pada hari Senin.
Operasi Jaring Laba-laba Ukraina dilaporkan telah direncanakan selama 18 bulan. Sumber SBU mengatakan serangan pesawat nirawak first-person view (FPV) menghantam Pangkalan Udara Belaya di Oblast Irkutsk—2.500 mil jauhnya dari garis depan di Ukraina. Yang juga menjadi sasaran adalah Pangkalan Udara Olenya di Oblast Murmansk, Pangkalan Udara Dyagilevo di Oblast Ryazan, dan Pangkalan Udara Ivanovo di Oblast Ivanovo.
Sumber SBU mengatakan 41 pesawat Rusia terkena serangan, termasuk pesawat peringatan dini dan kontrol udara A-50 dan pesawat pengebom strategis Tupolev Tu-95 dan Tu-22M3 yang digunakan untuk meluncurkan rudal jelajah ke Ukraina dan juga mampu membawa bom nuklir.
Drone-drone Ukraina tersebut telah diangkut ke Rusia, disimpan di truk pengangkut unit kargo dengan atap yang dapat dibuka yang diparkir di dekat pangkalan udara dan diluncurkan dari jarak jauh.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan 117 pesawat nirawak telah menghancurkan lebih dari sepertiga (34 persen) armada pesawat strategis Rusia.
"Kita dapat mengharapkan banyak suara dan kemarahan dari Moskow," kata Keir Giles, pakar dari lembaga think tank Chatham House yang berbasis di London, kepada Newsweek.
Analis Max Boot dari The Washington Post juga membuat perbandingan dalam opini yang mengatakan "komando tinggi Rusia pasti sama terkejutnya dengan Amerika pada tahun 1941."
Para blogger militer pro-Rusia dan beberapa pejabat menyalahkan kepemimpinan Rusia karena gagal melindungi infrastruktur militer sejauh Irkutsk di Siberia dalam serangan yang memberikan kudeta PR (public relation) yang mencengangkan bagi Kyiv yang juga berisiko meningkat saat pembicaraan damai yang buntu dimulai kembali pada hari Senin.
Operasi Jaring Laba-laba Ukraina dilaporkan telah direncanakan selama 18 bulan. Sumber SBU mengatakan serangan pesawat nirawak first-person view (FPV) menghantam Pangkalan Udara Belaya di Oblast Irkutsk—2.500 mil jauhnya dari garis depan di Ukraina. Yang juga menjadi sasaran adalah Pangkalan Udara Olenya di Oblast Murmansk, Pangkalan Udara Dyagilevo di Oblast Ryazan, dan Pangkalan Udara Ivanovo di Oblast Ivanovo.
Sumber SBU mengatakan 41 pesawat Rusia terkena serangan, termasuk pesawat peringatan dini dan kontrol udara A-50 dan pesawat pengebom strategis Tupolev Tu-95 dan Tu-22M3 yang digunakan untuk meluncurkan rudal jelajah ke Ukraina dan juga mampu membawa bom nuklir.
Drone-drone Ukraina tersebut telah diangkut ke Rusia, disimpan di truk pengangkut unit kargo dengan atap yang dapat dibuka yang diparkir di dekat pangkalan udara dan diluncurkan dari jarak jauh.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan 117 pesawat nirawak telah menghancurkan lebih dari sepertiga (34 persen) armada pesawat strategis Rusia.
Lihat Juga :