Ini Sosok Agen Rahasia Ukraina di Balik Operasi Jaring Laba-laba yang Hantam 41 Pesawat Rusia
Selasa, 03 Juni 2025 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Giles, yang menjadi konsultan senior dari Program Rusia dan Eurasia di Chatham House, mengatakan bahwa setelah serangan tersebut, Rusia akan kembali menekankan risiko eskalasi yang tidak terkendali dalam pesannya ke Barat. Ini akan membuat Moskow mencoba menciptakan kesan bahwa kekuatan nuklir mereka masih dalam kondisi siap tempur dan keberhasilan operasional lebih lanjut oleh Ukraina dapat menyebabkan perang habis-habisan dengan NATO.
Dia mengatakan Moskow akan bekerja keras untuk meyakinkan Amerika Serikat agar mengendalikan Ukraina guna mencegah kerusakan lebih lanjut pada sarana Rusia.
Sampai batas tertentu, pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana Amerika Serikat bereaksi, dan seberapa besar keinginannya untuk memihak Moskow dan membatasi Ukraina, imbuh Giles.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan pesawat nirawak Ukraina menargetkan pangkalan udara di Irkutsk dan Murmansk serta menyebabkan beberapa pesawat terbakar, tetapi mengeklaim bahwa pasukan Rusia menangkis semua serangan terhadap pangkalan di Ivanovo dan Ryazan.
Cédomir Nestorovic, wakil direktur akademis di Institut Geopolitik dan Bisnis ESSEC mengatakan kepada Newsweek bahwa dia tidak percaya Rusia akan memilih untuk meningkatkan eskalasi dan bahwa Moskow kemungkinan akan meremehkan signifikansi serangan tersebut agar tidak mengakui kemunduran.
Vuk Vuksanovic, pakar di LSE IDEAS, lembaga think tank The London School of Economics mengatakan kepada Newsweek bahwa Ukraina telah mencapai keberhasilan taktis terbesarnya sejak akhir 2022, yang secara diplomatis, berarti Moskow tidak memiliki insentif lagi untuk menyetujui gencatan senjata.
Sebaliknya, Rusia tidak akan menyerah pada tuntutan mengenai keanggotaan NATO Ukraina dan wilayah yang diklaim telah dianeksasinya, kata Vuksanovic.
Menurutnya, secara militer, pilihan Rusia adalah menghancurkan pasukan Ukraina dan menunggu hasil dari serangan musim panas Rusia yang diharapkan serta serangan rudal yang berkelanjutan terhadap infrastruktur Ukraina, infrastruktur militer dan sipil.
Dia mengatakan Moskow akan bekerja keras untuk meyakinkan Amerika Serikat agar mengendalikan Ukraina guna mencegah kerusakan lebih lanjut pada sarana Rusia.
Sampai batas tertentu, pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana Amerika Serikat bereaksi, dan seberapa besar keinginannya untuk memihak Moskow dan membatasi Ukraina, imbuh Giles.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan pesawat nirawak Ukraina menargetkan pangkalan udara di Irkutsk dan Murmansk serta menyebabkan beberapa pesawat terbakar, tetapi mengeklaim bahwa pasukan Rusia menangkis semua serangan terhadap pangkalan di Ivanovo dan Ryazan.
Cédomir Nestorovic, wakil direktur akademis di Institut Geopolitik dan Bisnis ESSEC mengatakan kepada Newsweek bahwa dia tidak percaya Rusia akan memilih untuk meningkatkan eskalasi dan bahwa Moskow kemungkinan akan meremehkan signifikansi serangan tersebut agar tidak mengakui kemunduran.
Vuk Vuksanovic, pakar di LSE IDEAS, lembaga think tank The London School of Economics mengatakan kepada Newsweek bahwa Ukraina telah mencapai keberhasilan taktis terbesarnya sejak akhir 2022, yang secara diplomatis, berarti Moskow tidak memiliki insentif lagi untuk menyetujui gencatan senjata.
Sebaliknya, Rusia tidak akan menyerah pada tuntutan mengenai keanggotaan NATO Ukraina dan wilayah yang diklaim telah dianeksasinya, kata Vuksanovic.
Menurutnya, secara militer, pilihan Rusia adalah menghancurkan pasukan Ukraina dan menunggu hasil dari serangan musim panas Rusia yang diharapkan serta serangan rudal yang berkelanjutan terhadap infrastruktur Ukraina, infrastruktur militer dan sipil.
(mas)
Lihat Juga :