Militer Israel Konfirmasi Pembunuhan Panglima Perang Hamas Muhammad Sinwar
Minggu, 01 Juni 2025 - 16:10 WIB
loading...
Militer Israel konfirmasi pembunuhan panglima perang Hamas Muhammad Sinwar. Foto/IDF
A
A
A
GAZA - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) secara resmi mengonfirmasi pembunuhan pemimpin Hamas Muhammad Sinwar selama serangan udara yang dilakukan awal bulan ini di kota Khan Younis di Gaza selatan.
Menurut pernyataan IDF yang dirilis pada hari Sabtu, serangan itu dilakukan pada 13 Mei dengan koordinasi dinas keamanan Shin Bet. Militer mengatakan targetnya adalah pusat komando bawah tanah yang dioperasikan oleh Hamas di bawah Rumah Sakit Eropa.
“Kami membunuh Kepala Hamas, lagi. Dia juga seorang Sinwar,” tulis IDF di X.
Sinwar mengambil alih Hamas setelah IDF membunuh saudaranya Yahya Sinwar dan komandan senior Muhammad Deif pada bulan Oktober.
“Para pejuang dihabisi saat beroperasi di pusat komando dan kendali bawah tanah, di bawah Rumah Sakit Eropa di Khan Younis, dengan sengaja membahayakan penduduk sipil di dalam dan sekitar rumah sakit,” kata IDF.
IDF mengatakan Sinwar telah memainkan “peran penting dalam merencanakan dan melaksanakan pembantaian brutal 7 Oktober.”
Pengumuman itu muncul saat kedua belah pihak dilaporkan mengisyaratkan kesediaan mereka untuk menerima usulan gencatan senjata yang ditengahi AS.
Baca Juga: Operasi Militer Israel Tewaskan 20 Sandera di Gaza
Yang juga tewas dalam operasi itu adalah Muhammad Shabana, komandan Brigade Rafah Hamas, dan Mehdi Kuwara, kepala batalion Khan Younis milik organisasi itu. IDF mengidentifikasi keduanya sebagai operator kunci dalam serangan 7 Oktober dan penyanderaan warga Israel.
Hamas tidak membenarkan atau membantah kematian Sinwar. Kelompok militan itu sebelumnya membantah tuduhan bahwa mereka menggunakan infrastruktur sipil sebagai kedok. Pejabat kesehatan Gaza mengatakan pada saat itu bahwa 28 orang tewas dalam serangan pada 13 Mei.
Serangan itu dilaporkan saat Israel meningkatkan operasinya di Gaza, menyusul gagalnya gencatan senjata yang ditengahi secara internasional pada bulan Maret.
Sementara laporan menunjukkan bahwa baik Israel maupun Hamas pada prinsipnya telah menyetujui kerangka gencatan senjata baru, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut hingga Hamas sepenuhnya disingkirkan. Setelah serangan rumah sakit, ia bersumpah untuk "masuk dengan kekuatan penuh untuk menyelesaikan operasi dan membebaskan para sandera yang tersisa."
Menurut pernyataan IDF yang dirilis pada hari Sabtu, serangan itu dilakukan pada 13 Mei dengan koordinasi dinas keamanan Shin Bet. Militer mengatakan targetnya adalah pusat komando bawah tanah yang dioperasikan oleh Hamas di bawah Rumah Sakit Eropa.
“Kami membunuh Kepala Hamas, lagi. Dia juga seorang Sinwar,” tulis IDF di X.
Sinwar mengambil alih Hamas setelah IDF membunuh saudaranya Yahya Sinwar dan komandan senior Muhammad Deif pada bulan Oktober.
“Para pejuang dihabisi saat beroperasi di pusat komando dan kendali bawah tanah, di bawah Rumah Sakit Eropa di Khan Younis, dengan sengaja membahayakan penduduk sipil di dalam dan sekitar rumah sakit,” kata IDF.
IDF mengatakan Sinwar telah memainkan “peran penting dalam merencanakan dan melaksanakan pembantaian brutal 7 Oktober.”
Pengumuman itu muncul saat kedua belah pihak dilaporkan mengisyaratkan kesediaan mereka untuk menerima usulan gencatan senjata yang ditengahi AS.
Baca Juga: Operasi Militer Israel Tewaskan 20 Sandera di Gaza
Yang juga tewas dalam operasi itu adalah Muhammad Shabana, komandan Brigade Rafah Hamas, dan Mehdi Kuwara, kepala batalion Khan Younis milik organisasi itu. IDF mengidentifikasi keduanya sebagai operator kunci dalam serangan 7 Oktober dan penyanderaan warga Israel.
Hamas tidak membenarkan atau membantah kematian Sinwar. Kelompok militan itu sebelumnya membantah tuduhan bahwa mereka menggunakan infrastruktur sipil sebagai kedok. Pejabat kesehatan Gaza mengatakan pada saat itu bahwa 28 orang tewas dalam serangan pada 13 Mei.
Serangan itu dilaporkan saat Israel meningkatkan operasinya di Gaza, menyusul gagalnya gencatan senjata yang ditengahi secara internasional pada bulan Maret.
Sementara laporan menunjukkan bahwa baik Israel maupun Hamas pada prinsipnya telah menyetujui kerangka gencatan senjata baru, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut hingga Hamas sepenuhnya disingkirkan. Setelah serangan rumah sakit, ia bersumpah untuk "masuk dengan kekuatan penuh untuk menyelesaikan operasi dan membebaskan para sandera yang tersisa."
(ahm)
Lihat Juga :