Macron Ancam China dengan Ekspansi NATO ke Asia Tenggara

Minggu, 01 Juni 2025 - 06:11 WIB
loading...
Macron Ancam China dengan...
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengancam China dengan ekspansi NATO ke wilayah Asia, termasuk Asia Tenggara. Foto/VCG via Global Times
A A A
SINGAPURA - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengancam China dengan ekspansi NATO ke wilayah Asia, termasuk Asia Tenggara. Dia mengatakan jika hal itu tak ingin terjadi, Beijing harus mencegah sekutunya; Korea Utara, mengerahkan pasukan ke tanah Eropa.

Ancaman tersebut disampaikan dalam forum Shangri-La Dialogue di Singapura. "Tetapi apa yang terjadi dengan Korea Utara yang hadir bersama Rusia di tanah Eropa adalah pertanyaan besar bagi kita semua," kata Macron, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (1/6/2025).

"Jika China tidak ingin NATO terlibat di Asia Tenggara, mereka harus dengan jelas mencegah DPRK terlibat di tanah Eropa," imbuhnya, menggunakan singkatan dari nama resmi Korea Utara, Democratic People's Republic of Korea (DPRK).

Baca Juga: Menhan AS Sebut China Akan Serang Taiwan pada 2027 dan Memicu Kehancuran Dunia

China telah lama berseteru dengan beberapa negaraAsia Tenggara terkait sengketa wilayah Laut China Selatan yang kayaakan gasalam. Beijing mengeklaim hampir seluruh wilayah tersebut, tapi ditentang beberapa negara Asia Tenggara.

Pada bulan April, Pyongyang mengakui bahwa pasukannya membantu Moskow dalam membebaskan Wilayah Kursk, yang diserbu oleh pasukan Ukraina Agustus tahun lalu tetapi Rusia mengeklaim telah merebutnya kembali.

Pada bulan itu, Kepala Staf Umum Militer Rusia Jenderal Valery Gerasimov memberi tahu Presiden Vladimir Putin bahwa pasukan Korea Utara telah menunjukkan profesionalisme, keberanian, dan kepahlawanan yang tinggi dalam operasi di Wilayah Kursk.

Selama perayaan Hari Kemenangan Perang Dunia II di Moskow, Putin secara terbuka berterima kasih kepada Korea Utara atas bantuannya merebut kembali Wilayah Kursk.

Macron, di masa lalu, keberatan jika NATO ekspansi ke wilayah Asia dengan menyatakan, "Saya keberatan NATO memiliki peran apa pun di Asia karena, bagi saya, 'N' adalah untuk North Atlantic [Atlantik Utara], dan saya tidak percaya untuk diikutsertakan dalam persaingan strategis orang lain."

Penolakan Prancis terhadap ekspansi blok Barat tersebut ke Asia terlihat jelas ketika negara itu memimpin upaya untuk menolak usulan kantor NATO di Tokyo pada tahun 2023.

Pada saat itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengisyaratkan pembukaan kantor tersebut sebagai respons atas hubungan militer yang semakin erat antara China dan Rusia, yang ditegaskan oleh patroli bersama mereka di Laut Jepang dan Laut China Timur, yang telah mendorong Korea Selatan dan Jepang untuk mengerahkan jet tempur.

Tahun lalu, Presiden AS saat itu, Joe Biden, dan para pemimpin Barat lainnya mendesak Beijing untuk mengendalikan hubungan militer Pyongyang yang semakin dalam dengan Moskow, menyoroti kekhawatiran mengenai meningkatnya keterlibatan Korea Utara.

AS dan Korea Selatan mengecam pengakuan Korea Utara atas perannya dalam perang Rusia-Ukraina. "Dengan pengakuan publik mereka atas penempatan [pasukan] tersebut, sambil mengeklaim bahwa mereka sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional, mereka sekali lagi mengejek masyarakat internasional," kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, menurut laporan Yonhap.

Kementerian Luar Negeri AS mencatat bahwa pelatihan tentara Korea Utara yang dilakukan Moskow melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, dan mendesak kedua negara untuk menghentikan kerja sama yang melanggar hukum tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
AS Serang Iran, Menlu...
AS Serang Iran, Menlu Araghchi: Kami Balas!
Rekomendasi
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Berita Terkini
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved