Untuk Pertama Kalinya, Pejabat Militer India Akui Kehilangan Jet Tempur dalam Perang Pakistan
Sabtu, 31 Mei 2025 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Komentar tersebut merupakan komentar paling langsung dari pejabat pemerintah atau militer India tentang nasib jet tempur negara tersebut selama konflik dengan Pakistan yang meletus pada 7 Mei.
Awal bulan ini, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan negaranya menembak jatuh enam jet tempur India, sebuah pernyataan yang belum diverifikasi secara independen. Pemerintah India sebelumnya menahan diri untuk tidak berkomentar apakah mereka kehilangan pesawat dalam pertempuran tersebut.
Baca Juga: Golden Dome, Bukti Ketakutan AS pada Perang Dunia III
Bentrokan tersebut merupakan yang terburuk antara kedua negara tetangga bersenjata nuklir tersebut dalam setengah abad, dengan kedua belah pihak saling serang melalui udara, serangan pesawat nirawak dan rudal, serta tembakan artileri dan senjata ringan di sepanjang perbatasan bersama mereka.
Melansir NDTV, bentrokan tersebut dipicu oleh serangan mengerikan di Kashmir yang dikuasai India pada 22 April, yang menyebabkan orang-orang bersenjata membunuh 26 warga sipil dalam apa yang disebut India sebagai tindakan terorisme yang diatur oleh Pakistan. Para pemimpin di Islamabad membantah terlibat.
Chauhan menolak mengomentari klaim Presiden Donald Trump bahwa AS membantu mencegah perang nuklir, tetapi mengatakan bahwa "tidak masuk akal" untuk menyatakan bahwa kedua belah pihak hampir menggunakan senjata atom.
Awal bulan ini, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan negaranya menembak jatuh enam jet tempur India, sebuah pernyataan yang belum diverifikasi secara independen. Pemerintah India sebelumnya menahan diri untuk tidak berkomentar apakah mereka kehilangan pesawat dalam pertempuran tersebut.
Baca Juga: Golden Dome, Bukti Ketakutan AS pada Perang Dunia III
Bentrokan tersebut merupakan yang terburuk antara kedua negara tetangga bersenjata nuklir tersebut dalam setengah abad, dengan kedua belah pihak saling serang melalui udara, serangan pesawat nirawak dan rudal, serta tembakan artileri dan senjata ringan di sepanjang perbatasan bersama mereka.
Melansir NDTV, bentrokan tersebut dipicu oleh serangan mengerikan di Kashmir yang dikuasai India pada 22 April, yang menyebabkan orang-orang bersenjata membunuh 26 warga sipil dalam apa yang disebut India sebagai tindakan terorisme yang diatur oleh Pakistan. Para pemimpin di Islamabad membantah terlibat.
Chauhan menolak mengomentari klaim Presiden Donald Trump bahwa AS membantu mencegah perang nuklir, tetapi mengatakan bahwa "tidak masuk akal" untuk menyatakan bahwa kedua belah pihak hampir menggunakan senjata atom.
Lihat Juga :