Untuk Pertama Kalinya, Pejabat Militer India Akui Kehilangan Jet Tempur dalam Perang Pakistan

Sabtu, 31 Mei 2025 - 15:30 WIB
loading...
A A A
"Saya pribadi merasa bahwa ada banyak ruang antara pelaksanaan operasi konvensional dan ambang batas nuklir," kata Chauhan. Saluran komunikasi dengan Pakistan "selalu terbuka" untuk mengendalikan situasi, tambahnya, seraya mencatat bahwa pada tangga eskalasi ada "lebih banyak anak tangga yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah kita" tanpa perlu menggunakan senjata nuklir.

Chauhan juga meremehkan klaim Pakistan tentang efektivitas persenjataan yang dikerahkan dari Tiongkok dan negara-negara lain, dengan mengatakan bahwa hal itu "tidak berhasil." Sebuah kelompok penelitian di bawah Kementerian Pertahanan India mengatakan bulan ini bahwa Tiongkok memberi Pakistan pertahanan udara dan dukungan satelit selama bentrokan dengan India.

"Kami mampu melakukan serangan presisi di lapangan udara Pakistan yang dijaga ketat sejauh 300 kilometer, dengan presisi satu meter," kata kepala militer India.

India dan Pakistan telah mengirim delegasi ke ibu kota dunia untuk memengaruhi persepsi internasional tentang konflik tersebut. Tn. Chauhan mengatakan penghentian permusuhan masih berlangsung, dan akan bergantung pada tindakan Pakistan di masa mendatang.

"Kami telah menetapkan garis merah yang jelas," katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Berita Terkini
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved