Hamas Peringatkan Usulan Gencatan Senjata AS Berarti Kelanjutan Pembunuhan di Gaza oleh Israel
Jum'at, 30 Mei 2025 - 17:08 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah Israel belum secara terbuka mengonfirmasi mereka menyetujui proposal terbaru tersebut. Laporan di media Israel pekan ini menunjukkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memberi tahu keluarga tawanan yang masih ditahan di Gaza bahwa ia siap melanjutkan proposal gencatan senjata sementara Witkoff.
Akiva Eldar, analis politik Israel, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa "tidak biasa" bagi Israel untuk keluar dan menyetujui proposal terlebih dahulu, dan Netanyahu mungkin bertaruh rencana tersebut tidak mungkin diterima Hamas sehingga ia dapat menggambarkan mereka sebagai "orang jahat" dan melanjutkan perang.
"Itu pernah terjadi sebelumnya... dan Netanyahu menyalahkan mereka," ujar Eldar.
Upaya memulihkan gencatan senjata di Gaza telah digagalkan perbedaan yang mendalam mengenai syarat-syarat untuk mengakhiri konflik, termasuk tuntutan Israel agar Hamas melucuti senjata sepenuhnya, dan tuntutan kelompok Palestina agar pasukan Israel menarik diri dari Gaza.
Laporan mengenai proposal terbaru ini mengikuti laporan yang saling bertentangan awal pekan ini, ketika Hamas mengklaim telah mencapai kesepahaman untuk "kerangka umum" gencatan senjata dengan Witkoff dan hanya menunggu "tanggapan akhir".
"Kami telah mencapai kesepakatan mengenai kerangka umum dengan Witkoff yang memastikan gencatan senjata permanen, penarikan penuh pasukan pendudukan Israel dari Gaza, dan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan," papar kelompok itu.
Kesepakatan itu juga dilaporkan mencakup "pembentukan komite profesional untuk mengelola urusan Gaza setelah gencatan senjata diumumkan", menurut pernyataan Hamas.
Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Trump dilaporkan juga akan menjamin gencatan senjata akan ditetapkan dalam waktu 60 hari dan memastikan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Namun, Witkoff kemudian membantah itu adalah ketentuan dari kesepakatan apa pun yang telah diusulkannya, mengatakan kepada Reuters bahwa apa yang telah dilihatnya "sama sekali tidak dapat diterima".
Akiva Eldar, analis politik Israel, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa "tidak biasa" bagi Israel untuk keluar dan menyetujui proposal terlebih dahulu, dan Netanyahu mungkin bertaruh rencana tersebut tidak mungkin diterima Hamas sehingga ia dapat menggambarkan mereka sebagai "orang jahat" dan melanjutkan perang.
"Itu pernah terjadi sebelumnya... dan Netanyahu menyalahkan mereka," ujar Eldar.
Laporan yang Saling Bertentangan
Upaya memulihkan gencatan senjata di Gaza telah digagalkan perbedaan yang mendalam mengenai syarat-syarat untuk mengakhiri konflik, termasuk tuntutan Israel agar Hamas melucuti senjata sepenuhnya, dan tuntutan kelompok Palestina agar pasukan Israel menarik diri dari Gaza.
Laporan mengenai proposal terbaru ini mengikuti laporan yang saling bertentangan awal pekan ini, ketika Hamas mengklaim telah mencapai kesepahaman untuk "kerangka umum" gencatan senjata dengan Witkoff dan hanya menunggu "tanggapan akhir".
"Kami telah mencapai kesepakatan mengenai kerangka umum dengan Witkoff yang memastikan gencatan senjata permanen, penarikan penuh pasukan pendudukan Israel dari Gaza, dan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan," papar kelompok itu.
Kesepakatan itu juga dilaporkan mencakup "pembentukan komite profesional untuk mengelola urusan Gaza setelah gencatan senjata diumumkan", menurut pernyataan Hamas.
Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Trump dilaporkan juga akan menjamin gencatan senjata akan ditetapkan dalam waktu 60 hari dan memastikan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Namun, Witkoff kemudian membantah itu adalah ketentuan dari kesepakatan apa pun yang telah diusulkannya, mengatakan kepada Reuters bahwa apa yang telah dilihatnya "sama sekali tidak dapat diterima".
Lihat Juga :