Viral! Gletser Pegunungan Alpen Runtuh Dahsyat, Satu Desa Terkubur Jutaan Meter Kubik Es dalam Sekejap

Jum'at, 30 Mei 2025 - 13:55 WIB
loading...
Viral! Gletser Pegunungan...
Gleltser Pegunungan Alpen di Swiss runtuh dahsyat, mengubur satu desa di bawah jutaan meter kubik es, batu, dan lumpur. Foto/Storyful/news.com.au
A A A
BERN - Gletser di Pegunungan Alpen, Swiss, runtuh dahsyat. Akibat bencana ini, Desa Blatten terkubur di bawah jutaan meter kubik es, batu, dan lumpur.

Video gletser yang runtuh menjadi viral saat bencana alam itu terjadi pada hari Rabu, memperlihatkan rumah-rumah dan bangunan tenggelam diikuti oleh suara gemuruh yang menghantui.

Awan besar juga terbentuk yang menutupi sebagian gunung saat batu dan puing bergemuruh menuruni lembah.

Polisi daerah setempat mengatakan seorang pria berusia 64 tahun dilaporkan hilang, dan operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.

Baca Juga: Mirip Gempa Bumi, Gletser Himalaya Pecah Sebabkan 200 Orang Hilang

Desa Blatten telah dievakuasi awal pekan ini, dengan sekitar 300 orang dan semua ternak, di bawa keluar desa demi keselamatan.

Sekarang, citra satelit sebelum dan sesudah bencana yang mengejutkan telah dirilis oleh Maxar Technologies. Gambar itu mengungkapkan tingkat kerusakan sebenarnya saat desa yang dulunya indah itu terhapus dalam sekejap.

Dua gambar pertama, keduanya diambil pada bulan November 2024, menunjukkan desa kecil dan rumah-rumahnya sebelum runtuh.

Kemudian gambar yang tersisa menunjukkan Desa Blatten setelah keruntuhan gletser pada hari Kamis, 29 Mei, dengan desa yang terlihat tertutup es dan puing-puing.

"Yang dapat saya katakan saat ini adalah sekitar 90 persen desa tertutup atau hancur," kata Stephane Ganzer, kepala keamanan di wilayah selatan Valais, kepada stasiun televisi Canal9, Jumat (30/5/2025).

Pemerintah daerah setempat mengatakan sebagian besar Gletser Birch di atas desa itu pecah, menyebabkan tanah longsor.

Gletser itu juga mengubur dasar Sungai Lonza di dekatnya.

"Apa yang terjadi adalah skenario terburuk yang tidak terpikirkan dan membawa bencana," kata Christophe Lambiel, seorang spesialis geologi pegunungan tinggi dan gletser di Universitas Lausanne, kepada RTS Swiss Television.

Lambiel mengatakan para ilmuwan tahu sesuatu akan terjadi, berkat semakin seringnya jatuhnya batu dari permukaan gunung ke gletser. Namun, dia mengatakan keruntuhan total gletser itu tidak diprediksi.

Profesor lingkungan dan iklim di Universitas Zurich, Christian Huggel, mengatakan kepada Reuters bahwa perubahan iklim kemungkinan berperan dalam banjir besar tersebut.

“Meskipun berbagai faktor berperan di Blatten, diketahui bahwa lapisan tanah beku lokal telah terpengaruh oleh suhu yang lebih hangat di Pegunungan Alpen. Hilangnya lapisan tanah beku dapat berdampak negatif pada stabilitas batuan gunung,” katanya.

Dalam konferensi pers yang emosional, wali kota setempat, Matthias Bellwald, menyampaikan kata-kata penyemangat kepada konstituennya yang hancur.

“Kami kehilangan desa kami tetapi bukan nyawa kami,” katanya.

“Desa ini terpuruk, tetapi kami akan bangkit. Kami akan bersatu dan membangun kembali. Segalanya mungkin," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Di Negara Paling Damai...
Di Negara Paling Damai di Dunia Ini, Setiap Warganya Memiliki Bunker
Daftar Negara yang Sudah...
Daftar Negara yang Sudah Buat Buku Panduan Hadapi Perang Dunia III untuk Warganya
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Bangunan Bimbingan Belajar...
Bangunan Bimbingan Belajar Ambruk, 14 Anak Tewas
Rekomendasi
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Berita Terkini
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Infografis
Lenyap 29 Tahun Tiba-tiba...
Lenyap 29 Tahun Tiba-tiba Desa Ini Muncul dalam Keadaan Utuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved