Jet Tempur Siluman F-35 Australia dan Kapal Induk Inggris Bakal Unjuk Kekuatan dalam Latihan Perang FPDA

Jum'at, 30 Mei 2025 - 09:32 WIB
loading...
A A A
Kepala Staf Pertahanan Inggris Laksamana Tony Radakin mengatakan bahwa terakhir kali kapal induk Inggris terlibat dalam latihan FPDA adalah pada tahun 1997.

“Bagian dari pentingnya FPDA dan keanggunannya adalah kelima negara dan keberlangsungan serta komitmen yang berkelanjutan. Dan kemudian juga fakta bahwa kita berubah, dan kita menyesuaikan diri dengan kebutuhan keamanan saat itu,” katanya.

Ketika ditanya tentang pengaruh Amerika Serikat di kawasan tersebut dan bagaimana pakta tersebut dapat menjaga stabilitas regional, Beng mengatakan bahwa belum ada penyesuaian signifikan terhadap kehadiran militer, tetapi menjaga interoperabilitas melalui latihan sangat penting untuk mengatasi tantangan di masa depan.

Johnston berpendapat bahwa stabilitas akan dipertahankan melalui minilateralisme dan multilateralisme seperti FPDA, yang membuatnya sama relevannya saat ini seperti sebelumnya dalam 54 tahun sejarahnya.

Beng menunjukkan bahwa pakta tersebut juga tetap relevan dengan beradaptasi dengan kemampuan baru dan ancaman keamanan yang terus berkembang, seperti infrastruktur bawah laut dan keamanan maritim.

Ketika ditanya tentang risiko terhadap kabel dan infrastruktur bawah laut, Beng mengatakan bahwa isu yang berkembang pesat ini merupakan topik utama pembahasan, karena terdapat banyak infrastruktur bawah laut di Asia. Seperti halnya semua ancaman yang muncul, kata Beng, negara-negara FPDA akan melihat kemampuan dan perhatian masing-masing negara dan berevolusi untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Melalui pertemuan hari ini, terlihat jelas bahwa terdapat rasa konsensus dan persatuan yang kuat di antara berbagai kepala pertahanan tentang arah FPDA,” kata Beng.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Perang Iran Makin Panas,...
Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Ketika Raja Charles...
Ketika Raja Charles Terkagum-kagum dengan Masjid Cambridge: Saya Sangat Terkesan!
Rekomendasi
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Infografis
Alasan Sekutu NATO Menyesal...
Alasan Sekutu NATO Menyesal Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved