Mengejutkan, Miliarder Elon Musk Keluar dari Pemerintahan Donald Trump

Kamis, 29 Mei 2025 - 12:02 WIB
loading...
Mengejutkan, Miliarder...
Miliarder Elon Musk mengumumkan bahwa dia telah keluar dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto/X @elonmusk
A A A
WASHINGTON - Miliarder Elon Musk mengumumkan bahwa dia telah keluar dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia mengatakan masa jabatannya sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) telah berakhir.

Bos Tesla dan SpaceX itu berterima kasih kepada Presiden Trump karena diberi kesempatan untuk mengurangi pemborosan pengeluaran pemerintah federal.

"Karena masa tugas saya sebagai Pegawai Pemerintah Khusus akan segera berakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden @realDonaldTrump atas kesempatan untuk mengurangi pemborosan pengeluaran," tulisnya di X, Kamis (29/5/2025).

"Misi @DOGE akan semakin kuat seiring berjalannya waktu karena misi ini menjadi bagian dari kehidupan di seluruh pemerintahan."

Baca Juga: Trump Ultimatum Netanyahu: Israel Jangan Serang Iran di Tengah Perundingan Nuklir!

Hengkangnya Musk dari pemerintahan Trump terjadi sehari setelah kritik pertama sang miliarder terhadap presiden, di mana dia mengatakan rancangan undang-undang (RUU) belanja "besar dan indah"—yang menjadi ciri khas presiden—meningkatkan defisit anggaran dan melemahkan kerja tim DOGE.

"RUU bisa besar, atau bisa juga indah. Namun saya tidak tahu apakah keduanya bisa. Pendapat pribadi saya," kata Musk, seperti dikutip dari NDTV.

Musk adalah donatur terbesar untuk kampanye pemilihan presiden Trump tahun 2024, tampil dalam acara pra-pemungutan suara dan kemudian tetap berada di sisinya saat Trump memangku jabatan.

Trump memuji Musk dalam pidato kemenangannya, berseri-seri saat dia berkata "seorang bintang telah lahir".

Saat DOGE mulai bekerja dengan kecepatan tinggi, Musk mencari "para revolusioner pemerintahan kecil dengan IQ super tinggi" yang bersedia bekerja lebih dari 80 jam seminggu untuk tugas-tugas pemotongan biaya yang tidak menarik.

Puluhan ribu orang dikeluarkan dari daftar gaji pemerintah dan beberapa departemen dikurangi atau ditutup, bahkan saat bos Tesla itu berselisih dengan pejabat senior Trump lainnya.

Namun pada akhir April, Musk mulai menarik diri setelah wawancara di mana dia mengatakan DOGE telah menjadi "kambing hitam" karena ketidakpuasan terhadap pemerintahan. Dia juga mengakui bahwa dia tidak mencapai semua tujuannya dengan DOGE.

Seorang hakim Distrik AS juga telah memutuskan bahwa Musk harus menghadapi gugatan atas penggunaan kekuasaan ilegal sebagai Kepala DOGE, di antara serangkaian kasus yang dihadapinya dan DOGE dalam upaya memblokir akses mereka ke sistem dan catatan agensi yang berisi banyak sekali informasi keuangan dan pribadi warga Amerika.

Fokusnya juga beralih ke bisnisnya, dengan dealer Tesla yang menjadi sasaran pembakar dan harga sahamnya anjlok, dan SpaceX mengalami kemunduran dengan kegagalan misi.

Yang terbaru adalah pada hari Rabu ketika roket Starship meledak di atas Samudra Hindia selama uji terbang kesembilannya. Gangguan platform media sosial X selama dua jam pada hari Sabtu juga membuat pengusaha kelahiran Afrika Selatan itu mem-posting, "Seperti yang dibuktikan oleh masalah waktu aktif X minggu ini, peningkatan operasional yang besar perlu dilakukan."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved