4 Alasan Rusia Mengakui Israel sebagai Negara pada 1948
Rabu, 28 Mei 2025 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Uni Soviet memandang Inggris sebagai kekuatan imperialistik yang harus dikurangi pengaruhnya di Timur Tengah.
Dengan mendukung pembentukan negara Israel, yang diperkirakan akan bersikap anti-Inggris karena pengalaman buruk di bawah Mandat Inggris, Uni Soviet berharap dapat melemahkan posisi Inggris di kawasan tersebut.
Banyak pemimpin awal Israel, termasuk David Ben-Gurion, memiliki latar belakang sosialis. Uni Soviet berharap Israel akan mengadopsi sistem sosialisme dan menjadi sekutu ideologis di Timur Tengah.
Kibbutzim, komunitas pertanian kolektif di Israel, juga dianggap sebagai model sosialisme yang sesuai dengan nilai-nilai Soviet.
Dalam konteks Perang Dingin, Uni Soviet berusaha memperluas pengaruhnya dan menyaingi Amerika Serikat di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah.
Dengan mengakui Israel dan memberikan dukungan militer melalui Cekoslovakia, Uni Soviet berupaya menanamkan pengaruhnya di negara baru tersebut dan menyeimbangkan kekuatan Barat di kawasan.
Uni Soviet mendukung Rencana Pembagian Palestina oleh PBB pada tahun 1947, yang mengusulkan pembentukan negara Yahudi dan Arab terpisah.
Dengan mendukung pembentukan negara Israel, yang diperkirakan akan bersikap anti-Inggris karena pengalaman buruk di bawah Mandat Inggris, Uni Soviet berharap dapat melemahkan posisi Inggris di kawasan tersebut.
2. Harapan terhadap Israel yang Sosialis
Banyak pemimpin awal Israel, termasuk David Ben-Gurion, memiliki latar belakang sosialis. Uni Soviet berharap Israel akan mengadopsi sistem sosialisme dan menjadi sekutu ideologis di Timur Tengah.
Kibbutzim, komunitas pertanian kolektif di Israel, juga dianggap sebagai model sosialisme yang sesuai dengan nilai-nilai Soviet.
3. Strategi Perang Dingin
Dalam konteks Perang Dingin, Uni Soviet berusaha memperluas pengaruhnya dan menyaingi Amerika Serikat di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah.
Dengan mengakui Israel dan memberikan dukungan militer melalui Cekoslovakia, Uni Soviet berupaya menanamkan pengaruhnya di negara baru tersebut dan menyeimbangkan kekuatan Barat di kawasan.
4. Dukungan terhadap Resolusi PBB
Uni Soviet mendukung Rencana Pembagian Palestina oleh PBB pada tahun 1947, yang mengusulkan pembentukan negara Yahudi dan Arab terpisah.
Lihat Juga :