Apakah Presiden Prancis Emmanuel Macron Mendukung Israel?
Selasa, 27 Mei 2025 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Namun, seiring meningkatnya korban sipil di Gaza akibat operasi militer Israel, sikap Macron perlahan berubah. Pada November 2023, ia mulai menyerukan gencatan senjata dan menyebut pemboman warga sipil Gaza tidak memiliki pembenaran.
Macron juga mendesak Israel melindungi warga sipil dan mematuhi hukum internasional. Pada 2024, kritiknya semakin tajam hingga memicu ketegangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Melansir EuroNews, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kini menuduh para pemimpin Barat, termasuk Macron di Prancis berada di sisi sejarah yang salah.
Netanyahu menyebut Macron telah berpihak pada Hamas setelah menyerukan diakhirinya operasi militer Israel di Gaza dan pembatasan pengiriman bantuan kemanusiaan.
"Saat para pembunuh massal, pemerkosa, pembunuh bayi, dan penculik mengucapkan terima kasih kepada Anda, berarti Anda berada di pihak keadilan yang salah, Anda berada di pihak kemanusiaan yang salah, dan Anda berada di pihak sejarah yang salah," ucap Netanyahu dalam sambutannya pada hari Jumat, sambil menyebut nama-nama seperti Emmanuel Macron, Keir Starmer, dan Mark Carney, dikutip Selasa (27/5/).
Diketahui, awal minggu ini memang muncul pernyataan bersama yang mengutuk tindakan militer keji Israel di Gaza.
Termasuk Macron di Prancis, ia memperingatkan mereka akan mengambil tindakan konkret jika Netanyahu tidak mengubah haluan, khususnya terkait bantuan kemanusiaan.
Sikap Macron dalam masalah Israel-Palestina ini mencerminkan dilema diplomatik. Di satu sisi, ia sebenarnya mendukung hak Israel untuk membela diri sambil menekankan pentingnya kemanusiaan dan hukum internasional.
Macron juga mendesak Israel melindungi warga sipil dan mematuhi hukum internasional. Pada 2024, kritiknya semakin tajam hingga memicu ketegangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Melansir EuroNews, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kini menuduh para pemimpin Barat, termasuk Macron di Prancis berada di sisi sejarah yang salah.
Netanyahu menyebut Macron telah berpihak pada Hamas setelah menyerukan diakhirinya operasi militer Israel di Gaza dan pembatasan pengiriman bantuan kemanusiaan.
"Saat para pembunuh massal, pemerkosa, pembunuh bayi, dan penculik mengucapkan terima kasih kepada Anda, berarti Anda berada di pihak keadilan yang salah, Anda berada di pihak kemanusiaan yang salah, dan Anda berada di pihak sejarah yang salah," ucap Netanyahu dalam sambutannya pada hari Jumat, sambil menyebut nama-nama seperti Emmanuel Macron, Keir Starmer, dan Mark Carney, dikutip Selasa (27/5/).
Diketahui, awal minggu ini memang muncul pernyataan bersama yang mengutuk tindakan militer keji Israel di Gaza.
Termasuk Macron di Prancis, ia memperingatkan mereka akan mengambil tindakan konkret jika Netanyahu tidak mengubah haluan, khususnya terkait bantuan kemanusiaan.
Sikap Macron dalam masalah Israel-Palestina ini mencerminkan dilema diplomatik. Di satu sisi, ia sebenarnya mendukung hak Israel untuk membela diri sambil menekankan pentingnya kemanusiaan dan hukum internasional.
Lihat Juga :