Israel Ancam Caplok Permukiman Tepi Barat Jika Inggris dan Prancis Akui Negara Palestina

Selasa, 27 Mei 2025 - 09:14 WIB
loading...
Israel Ancam Caplok...
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar ancam caplok permukiman di Tepi Barat dan Lembah Yordan jika negara-negara besar akui Negara Palestina. Foto/Haim Zach/GPO
A A A
TEL AVIV - Rezim Zionis Israel mengancam akan mencaplok permukiman di Tepi Barat—wilayah Palestina yang diduduki—dan Lembah Yordan. Rezim pendudukan itu akan melakukannya jika negara-negara besar, termasuk Inggris dan Prancis, mengakui Negara Palestina.

Ancaman itu disampaikan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar, sebagaimana dikutip oleh surat kabar Israel Hayom,Selasa (27/5/2025).

“Setiap tindakan sepihak yang diambil terhadap Israel akan ditanggapi dengan tindakan sepihak oleh Israel," katanya.

Menurutnya, Tel Aviv sedang mempertimbangkan untuk mencaplok wilayah Palestina sebagai respons atas pengakuan internasional apa pun atas kenegaraan Palestina.

Baca Juga: Malta Akan Akui Negara Palestina Bulan Depan, Tak Tahan Lihat Derita Gaza

Sa’ar memperingatkan bahwa negara-negara yang berencana untuk mengakui negara Palestina akan memicu langkah sepihak Israel untuk mencaplok permukiman Tepi Barat dan Lembah Yordan.

Ancaman itu muncul di tengah upaya yang dipimpin oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengadakan konferensi internasional di New York pada pertengahan Juni. Tujuan dari konferensi tersebut, yang didukung oleh Arab Saudi, adalah untuk mengumpulkan dukungan internasional bagi pengakuan Negara Palestina.

Sumber-sumber diplomatik mengatakan kepada Israel Hayom bahwa Macron berupaya menetapkan 18 Juni sebagai tanggal ketika beberapa negara akan mengeluarkan deklarasi resmi yang mengakui Negara Palestina.

Langkah tersebut dilaporkan telah membuat marah pemerintah Israel, yang menuduh Macron melakukan "penipuan", dengan mengeklaim bahwa dia sebelumnya telah meyakinkan Tel Aviv bahwa langkah tersebut tidak akan diambil

Sekadar diketahui, 149 dari 193 negara anggota PBB telah mengakui Negara Palestina.

Malta, salah satu negara Eropa, menjadi negara terbaru yang akan mengakui Negara Palestina pada bulan depan. Perdana Menteri Malta Robert Abela pada hari Minggu mengatakan langkah negaranya itu sebagai respons atas penderitaan warga Gaza akibat pengeboman brutal Israel.

"Kita tidak bisa menutup mata terhadap tragedi kemanusiaan ini yang semakin parah setiap hari," kata Abela, mengacu pada pengeboman brutal Israel di Gaza yang menewaskan hampir 54.000 warga Palestina, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.

Abela mengatakan tindakan Malta merupakan tanggung jawab moral dan bahwa Palestina akan diakui setelah konferensi pada 20 Juni.

PM Abela juga terkejut dengan kematian tragis sembilan anak dokter anak Palestina, Dr Alaa Al-Najjar, pada hari Sabtu ketika pasukan Israel mengebom rumah mereka di Khan Younis, Gaza selatan. Pengeboman itu mengakibatkan luka kritis pada suaminya yang seorang dokter dan hanya menyisakan satu dari 10 anak mereka.

Malta siap menyambut Dr Alaa Al-Najjar dan keluarganya di negara Eropa tersebut, kata Abela.

Otoritas Palestina (PA) menyambut baik pengumuman Malta. Dalam sebuah pernyataan di X, Kementerian Luar Negeri PA mengatakan bahwa mereka yakin langkah Malta merupakan hasil dari komitmennya terhadap hukum internasional, sikap berprinsip, dan dukungan konsisten terhadap hak-hak rakyat Palestina dan perjuangan nasional mereka yang adil.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Daftar Lengkap 32 Tim...
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved