Korea Utara: Proyek Perisai Rudal Golden Dome AS Adalah Skenario Perang Nuklir

Selasa, 27 Mei 2025 - 07:35 WIB
loading...
Korea Utara: Proyek...
Korea Utara kritik proyek perisai rudal Golden Dome Amerika Serikat, menyebutnya sebagai skenario perang nuklir di luar angkasa. Foto/The Debrief
A A A
PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) mengkritik proyek perisai pertahanan rudal Golden Dome Amerika Serikat (AS) sebagai inisiatif yang sangat berbahaya dan mengancam. Menurut Pyongyang, proyek yang digagas Presiden Donald Trump itu bagian dari skenario perang nuklir di luar angkasa.

Presiden Trump pada 20 Mei lalu mengatakan dia telah memilih desain untuk sistem pertahanan rudal Golden Dome dan menunjuk seorang pemimpin program ambisius senilai USD175 miliar tersebut.

"Rencana Golden Dome merupakan produk khas 'America first', puncak dari sikap sok benar, arogansi, praktik congkak dan sewenang-wenang, dan merupakan skenario perang nuklir di luar angkasa," kata Institut Studi Amerika Kementerian Luar Negeri Korea Utara, yang dilansir KCNA, Selasa (27/5/2025).

Baca Juga: AS Bikin Sistem Rudal Golden Dome, China Cemas, Rusia Santai

Tujuan Golden Dome adalah untuk memanfaatkan jaringan ratusan atau bahkan ribuan satelit yang mengitari dunia dengan sensor dan pencegat canggih untuk melumpuhkan rudal musuh yang datang setelah lepas landas dari negara-negara seperti China, Iran, Korea Utara, atau pun Rusia.

China pada pekan lalu mengatakan bahwa mereka sangat khawatir tentang proyek perisai rudal Golden Dome Amerika dan meminta Washington untuk menghentikan pengembangannya.

"Amerika Serikat, dalam menjalankan kebijakan 'America first [utamakan Amerika]', terobsesi untuk mencari keamanan mutlak bagi dirinya sendiri. Ini melanggar prinsip bahwa keamanan semua negara tidak boleh dikompromikan dan merusak keseimbangan dan stabilitas strategis global. China sangat khawatir tentang hal ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning.

Sedengkan Rusia merespons santai proyek Golden Dome AS. Menurutnya, itu merupakan "masalah kedaulatan" bagi Amerika Serikat.

"Ini adalah masalah kedaulatan bagi Amerika Serikat. Jika Amerika Serikat yakin bahwa ada ancaman rudal, maka tentu saja mereka akan mengembangkan sistem pertahanan rudal," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

"Itulah yang dilakukan semua negara," imbuh dia. "Tentu saja, di masa mendatang, rangkaian peristiwa akan membutuhkan dimulainya kembali kontak untuk memulihkan stabilitas strategis," paparnya, merujuk pada perundingan nuklir AS-Rusia yang lebih luas.

Trump sebelumnya menjelaskan bahwa Golden Dome merupakan pembuktian janji kampanyenya saat pemilihan presiden AS.

"Dalam kampanye, saya berjanji kepada rakyat Amerika bahwa saya akan membangun perisai pertahanan rudal yang canggih," kata Trump di Gedung Putih pada pekan lalu.

Sistem perisai rudal Golden Dome memungkinkan Amerika menyebarkan senjata di luar angkasa untuk mencegat dan menghancurkan rudal musuh di tengah penerbangan. Golden Dome direncanakan akan mencakup kemampuan berbasis darat dan luar angkasa yang dapat mendeteksi dan menghentikan rudal di keempat tahap utama serangan potensial—mendeteksi dan menghancurkannya sebelum peluncuran, mencegatnya pada tahap awal penerbangan, menghentikannya di tengah perjalanan di udara, atau menghentikannya di menit-menit terakhir saat rudal turun menuju target.

"Setelah sepenuhnya dibangun, Golden Dome akan mampu mencegat rudal bahkan jika diluncurkan dari belahan dunia lain, dan bahkan jika diluncurkan dari luar angkasa," kata Trump. "Ini sangat penting untuk keberhasilan dan bahkan kelangsungan hidup negara kita," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
True Love In Disguise,...
'True Love In Disguise', Drama China Romantis tentang Kencan Buta Penuh Rahasia di V+Short
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
Berita Terkini
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved