Presiden Macron Jelaskan Insiden Ditampar Istrinya yang Viral: Itu Hanya Guyon

Selasa, 27 Mei 2025 - 07:05 WIB
loading...
Presiden Macron Jelaskan...
Presiden Prancis menjelaskan insiden ditampar istrinya di pesawat yang viral, mengeklaim itu hanya guyon. Foto/The Daily Guardian
A A A
PARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menjelaskan tentang video viral yang memperlihatkan istrinya, Brigitte, menampar wajahnya saat mereka turun dari pesawat di Hanoi, Vietnam. Menurutnya, kejadian itu hanya guyon atau momen bersenang-senang.

Rekaman video itu memperlihatkan pintu pesawat terbuka dan menunjukkan Macron berbicara kepada seseorang di luar kamera. Beberapa saat kemudian, dua lengan berbalut jaket merah terulur dan mendorong wajahnya, menutupi mulut dan rahangnya.

Macron melangkah mundur sebelum mendapatkan kembali keseimbangannya, lalu tersenyum dan melambaikan tangan setelah melihat kamera.

Baca Juga: Video Viral Tunjukkan Macron Didorong Istrinya di Pesawat, Bertengkar Hebat?

Brigitte, yang mengenakan jaket merah, segera muncul di sampingnya. Macron menawarkan tangannya, yang ditolaknya, dan mereka berjalan menuruni tangga bersama.

Berbicara kepada wartawan pada hari Senin, Macron mengatakan dia terkejut oleh gelombang spekulasi tentang insiden tersebut.

"Ada video yang memperlihatkan saya dan istri saya bertengkar dan bercanda, dan entah bagaimana itu menjadi semacam bencana geo-planet, dengan orang-orang bahkan memunculkan teori untuk menjelaskannya," katanya.

"Bercanda, seperti yang sering kami lakukan," ujar Macron. Seorang pejabat Istana Élysée mengatakan kepada media Prancis bahwa adegan itu menunjukkan "momen kedekatan. Namun, itu sudah cukup untuk memberi makan para ahli teori konspirasi."

Macron juga merujuk pada dua klip viral terbaru lainnya. "Banyak orang gila menghabiskan hari-hari mereka untuk menafsirkan semua video ini," kata Macron.

Satu video yang dibagikan secara luas, direkam selama kunjungan ke Ukraina, memperlihatkan Macron berada di kereta bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Kanselir Jerman Friedrich Merz. Presiden Prancis itu tampaknya menyembunyikan benda kecil sebentar, yang memicu spekulasi daring tentang penggunaan narkoba. Istana Elysee menyebut rumor tersebut tidak berdasar.

Klip lain dari pertemuan puncak Komunitas Politik Eropa di Albania hanya dua minggu lalu memperlihatkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menggenggam jari Macron sambil duduk, sementara Macron berdiri di sampingnya–sebuah gerakan yang ditafsirkan oleh beberapa media sebagai permainan kekuasaan yang halus.

Macron mengakui ketiga video itu nyata tetapi menepis narasi daring di sekitarnya.

Awalnya, Istana Elysee menolak berkomentar tentang insiden Hanoi, kemudian menggambarkannya sebagai "momen kebersamaan". Seorang sumber mengatakan kepada BFM TV, Selasa (27/5/2025), bahwa pasangan itu hanya bertengkar, tidak lebih.

Macron dan Brigitte telah menikah sejak 2007. Pasangan itu bertemu ketika Macron masih menjadi pelajar di Lycée la Providence di Amiens, tempat Brigitte menjadi guru. Brigitte 24 tahun lebih tua dari Macron.

Pasangan itu telah menghadapi spekulasi terus-menerus tentang jenis kelamin Brigitte–klaim yang telah berulang kali mereka bantah dan telah mereka ambil tindakan hukum.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova memanfaatkan video viral Macron di Hanoi dan menulis di Telegram bahwa presiden Prancis telah menerima "pukulan tangan kanan".

"Apakah ibu negara memutuskan untuk menghibur suaminya dengan tepukan lembut di pipi dan salah menghitung kekuatannya?" tanyanya dalam unggahan yang mengejek.

"Apakah dia ingin memperbaiki kerah bajunya tetapi akhirnya mengenai wajah yang dicintainya?" lanjut Zakharova, setelah saluran televisi Russia Today dan akun media sosial terkaitnya berulang kali menayangkan klip itu. "Ini petunjuknya: mungkin itu adalah 'tangan Kremlin'," canda Zakharova.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved