Trump Sebut Putin Benar-benar Gila karena Rusia Luncurkan Serangan Terbesar ke Ukraina
Senin, 26 Mei 2025 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
"Saya tidak senang dengan apa yang dilakukan Putin. Dia membunuh banyak orang, dan saya tidak tahu apa yang terjadi pada Putin," kata Trump di landasan pacu di bandara Morristown sebelum menaiki Air Force One menuju Washington.
"Saya sudah lama mengenalnya, selalu akur dengannya, tetapi dia mengirim roket ke kota-kota dan membunuh orang, dan saya sama sekali tidak menyukainya."
Pemimpin AS itu juga mengecam Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky karena komentar-komentar yang diucapkannya.
"Semua yang keluar dari mulutnya menyebabkan masalah, saya tidak menyukainya, dan sebaiknya itu dihentikan," katanya.
Trump menegaskan kembali klaimnya bahwa perang antara Rusia dan Ukraina tidak akan pernah dimulai jika dia adalah Presiden Amerika Serikat saat itu.
"Ini adalah perang yang tidak akan pernah dimulai jika saya menjadi presiden. Ini adalah perang Zelensky, Putin, dan Biden, bukan Trump, saya hanya membantu memadamkan api besar dan buruk, yang telah dimulai melalui ketidakmampuan dan kebencian yang besar," papar Trump.
Serangan Rusia terhadap Ukraina terjadi saat kedua negara menyelesaikan pertukaran tahanan terbesar mereka sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022, dengan 1.000 tentara yang ditangkap dan tahanan sipil dikirim kembali oleh masing-masing pihak.
Mereka yang tewas dalam serangan Rusia terbaru termasuk dua anak, berusia delapan dan 12 tahun, dan seorang berusia 17 tahun, tewas di wilayah barat laut Zhytomyr, kata para pejabat Ukraina.
"Saya sudah lama mengenalnya, selalu akur dengannya, tetapi dia mengirim roket ke kota-kota dan membunuh orang, dan saya sama sekali tidak menyukainya."
Trump Juga Mengecam Zelensky
Pemimpin AS itu juga mengecam Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky karena komentar-komentar yang diucapkannya.
"Semua yang keluar dari mulutnya menyebabkan masalah, saya tidak menyukainya, dan sebaiknya itu dihentikan," katanya.
Trump menegaskan kembali klaimnya bahwa perang antara Rusia dan Ukraina tidak akan pernah dimulai jika dia adalah Presiden Amerika Serikat saat itu.
"Ini adalah perang yang tidak akan pernah dimulai jika saya menjadi presiden. Ini adalah perang Zelensky, Putin, dan Biden, bukan Trump, saya hanya membantu memadamkan api besar dan buruk, yang telah dimulai melalui ketidakmampuan dan kebencian yang besar," papar Trump.
Serangan Rusia terhadap Ukraina terjadi saat kedua negara menyelesaikan pertukaran tahanan terbesar mereka sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022, dengan 1.000 tentara yang ditangkap dan tahanan sipil dikirim kembali oleh masing-masing pihak.
Mereka yang tewas dalam serangan Rusia terbaru termasuk dua anak, berusia delapan dan 12 tahun, dan seorang berusia 17 tahun, tewas di wilayah barat laut Zhytomyr, kata para pejabat Ukraina.
Lihat Juga :