Pernah Dihapus pada 2011, Jerman Aktifkan Wajib Militer karena Ancaman Rusia

Senin, 26 Mei 2025 - 02:15 WIB
loading...
Pernah Dihapus pada...
Jerman akan mengaktifkan wajib militer karena ancaman Rusia. Foto/X/NATO
A A A
BERLIN - Jerman dapat menghidupkan kembali wajib militer paling cepat tahun depan jika tidak cukup banyak orang yang bergabung dengan tentara secara sukarela untuk memenuhi kewajiban NATO negara itu. Itu diungkapkan Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius.

Berlin menghapus wajib militer pada tahun 2011 tetapi baru-baru ini mempertimbangkan untuk membawanya kembali, dengan alasan "ancaman" dari Rusia.

Moskow telah menepis spekulasi bahwa mereka memiliki niat untuk menyerang negara-negara NATO sebagai "omong kosong," menuduh Barat mencoba menakut-nakuti warga negara-negara UE dan membenarkan peningkatan anggaran militer.

Kanselir Friedrich Merz dan mitra koalisinya telah mencapai kesepahaman tentang pengenalan kembali 'model Swedia', yang menggabungkan layanan selektif, wajib, dan sukarela.

"Mereka sekarang berupaya untuk meloloskan rancangan undang-undang baru pada akhir tahun," kata Pistorius dalam sebuah wawancara dengan Frankfurter Allgemeine Sonntagszeitung pada hari Sabtu.

Baca Juga: Serangan Udara Terbesar Rusia dengan 367 Drone ke Ukraina Tewaskan 12 Orang
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Berita Terkini
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved