Ramai di Media Sosial, Gerakan Pemuda Bertopeng Kritik Gaya Hidup Arab

Minggu, 25 Mei 2025 - 14:30 WIB
loading...
Ramai di Media Sosial,...
Sebuah kampanye Masked Youth Movement atau Gerakan Pemuda Bertopeng yang menyerukan kritk terhadap penguasa Arab telah ramai di media sosial. Foto/TikTok via Middle East Eye
A A A
RIYADH - Sebuah kampanye "Masked Youth Movement" atau "Gerakan Pemuda Bertopeng" yang menyerukan kritk terhadap penguasa Arab telah ramai di media sosial. Mereka mempersoalkan pengeluaran publik untuk konser, festival, kelab malam, dan megaproyek yang digagas penguasa de facto kerajaan tersebut.

Serangkaian video yang beredar menampilkan orang-orang bertopeng mengungkapkan ketidakpuasan dengan standar hidup di Arab Saudi. Mereka kemudian membuat seruan yang memicu perdebatan sengit di media sosial.

Selain menutup wajah dan mata, mereka yang tampil dalam video-video tersebut juga mengubah-ubah suara. Pesan yang mereka tonjolkan sebenarnya adalah kondisi kehidupan—yang menurut mereka memburuk—dan kurangnya peluang ekonomi di tengah pengeluaran negara untuk acara-acara hiburan mewah dan megaproyek.

Baca Juga: Trump Penasaran dengan Pangeran Mohammed bin Salman: Bagaimana Anda Tidur di Malam Hari?

Mengutip Middle East Eye, Minggu (25/5/2025), video-video dari "Gerakan Pemuda Bertopeng" itu belum bisa diverifikasi keasliannya secara independen.

Klip-klip tersebut sebagian besar diunggah pada akun-akun anonim di TikTok, dan telah dibagikan ulang di berbagai platform media sosial, yang memicu kecaman sekaligus pujian.

"Hari ini kita menyaksikan gerakan kuat yang dipimpin oleh pemuda bebas bangsa kita, dengan berani menyuarakan hak-hak yang sah: kebebasan dan hak untuk menentukan nasib kita sendiri," tulis pengguna akun @SALMMA1997 di X.

Pengguna X lainnya mengatakan video-video tersebut merupakan hasil dari meningkatnya frustrasi dalam negeri, dan mengatakan bahwa tokoh-tokoh bertopeng itu berbicara atas nama suara-suara yang ditekan di dalam kerajaan.

"Di negeri yang melarang suara, pria bertopeng muncul sebagai ikon penolakan... Pria bertopeng Saudi bukanlah seorang individu, tetapi momen martabat...Di balik topeng itu ada tanah air lain yang belum lahir," tulis penggunan akun @MOHMDSALEE di X.

Pengguna akun @abdollah_a46599 membagikan salah satu video tersebut, di mana salah seorang pemuda bertopeng mengatakan dalam bahasa Arab. "Suara pemuda Arab tidak akan dibungkam. Pemuda mencintai kebenaran dan tidak mencintai kepalsuan. Saya melawan setiap tiran yang keras kepala dan perpisahan membunuh saya, tanpa perlawanan," bunyi terjemahan dari video tersebut.

Mereka yang muncul di video tersebut mengundang orang-orang untuk bergabung dengan "Gerakan Pemuda Bertopeng". "Untuk mendukung yang tertindas dan mencapai tuntutan rakyat (dan) untuk menggulingkan tiran yang telah mengubah negara menjadi pertanian swasta, diperintah oleh geng korup yang mempermalukan rakyat, merampas hak-hak mereka, dan menggunakan lembaga militer dan badan keamanan untuk... menghina martabat mereka," kata salah seorang pemuda bertopeng.

Sementara itu, gerakan yang membela Pangeran Mohammed bin Salman juga bermunculan di media sosial dengan meluncurkan tanda pagar (tagar) #PengkhianatKerajaan, menuduh individu-individu dalam video tersebut sebagai "agitator asing" atau pembangkang yang diasingkan yang berusaha mengganggu stabilitas masyarakat Arab Saudi dari luar negeri.

Beberapa pengguna media sosial juga menyatakan kekhawatiran atas keselamatan mereka yang mengunggah video orang-orang bertopeng tersebut.

Sejak publikasi video pertama awal minggu ini, video-video baru telah muncul yang menyuarakan solidaritas dengan individu-individu bertopeng, serta orang lain yang telah mengkritik kepemimpinan Saudi.

Pesan yang tersirat dalam banyak klip "Gerakan Pemuda Bertopeng" adalah penindasan kebebasan dan pandangan bahwa pengeluaran publik untuk konser, festival, kelab malam, dan megaproyek—ciri khas program Visi 2030—terjadi dengan mengorbankan layanan dasar dan ekonomi publik.

Beberapa tokoh juga mengecam apa yang mereka anggap sebagai kemerosotan moral karena "fenomena yang merendahkan" seperti tarian publik yang dipromosikan di bawah program tersebut, dan membingkai seruan mereka untuk bertindak sebagai pembelaan terhadap dua tempat tersuci dalam Islam, yang terletak di kerajaan tersebut.

Video-video tersebut mengancam pemberontakan massal kecuali ada perubahan kebijakan. "Kami akan turun ke jalan dengan demonstrasi dan pawai jika Anda terus memenjarakan orang," kata seorang pria dalam sebuah video.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Pertemuan Putin dan...
Pertemuan Putin dan Trump Digelar Bulan Ini di Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved