Donald Trump Akui AS Belajar dari Taktik Perang Rusia-Ukraina

Minggu, 25 Mei 2025 - 11:58 WIB
loading...
Donald Trump Akui AS...
Presiden Donald Trump akui Amerika Serikat belajar dari taktik yang digunakan dalam perang Rusia-Ukraina. Foto/Sky News
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengakui Amerika Serikat (AS) belajar dari taktik yang digunakan dalam perang Rusia-Ukraina. Pengakuan itu disampaikan kepada lulusan West Point Military Academy pada hari Sabtu.

Menurut Trump, Washington secara aktif mengikuti perkembangan pertempuran pesawat nirawak dalam perang kedua negara tersebut.

Meski mempelajari taktik yang digunakan oleh Moskow dan Kyiv, Trump mengeklaim Washington tetap unggul di tengah sifat perang yang berubah dengan cepat.

“Kami sedang mempelajarinya. Kami melihat berbagai bentuk peperangan, kami melihat pesawat nirawak yang turun pada sudut tertentu, dengan kecepatan, dengan presisi. Kami belum pernah melihat yang seperti itu. Kami belajar darinya,” katanya.

Baca Juga: Eks Jenderal Tertinggi Ukraina: Kyiv Tak Bisa Rebut Kembali Wilayahnya dari Rusia

Dia kemudian meminta para kadet untuk berani mengambil risiko dan melakukan hal-hal yang berbeda dalam upaya untuk tetap mengikuti perkembangan di bidang taktik dan strategi militer.

Komentarnya muncul saat The Times melaporkan bahwa Rusia mengalahkan Ukraina dalam "persaingan pesawat nirawak", baik dalam hal produksi kendaraan udara tak berawak (UAV) maupun penggunaannya di medan perang.

Hal itu khususnya merujuk pada jenis pesawat nirawak serat optik yang terhubung langsung ke operatornya melalui benang serat optik tipis yang membuatnya sulit dideteksi atau dicegat.

"Drone semacam itu pada dasarnya adalah drone pembunuh yang dipandu kabel, sangat mudah bermanuver, anti-gangguan, dan sulit dilacak oleh unit detektor drone berbasis radio," tulis The Times, seraya menambahkan bahwa UAV Rusia mengubah susunan fisik garis depan, taktik perang, dan psikologi prajurit yang bertempur dan menghancurkan logistik militer Ukraina dalam prosesnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyoroti peran penting yang telah dimainkan drone di medan perang pada bulan April. Berbicara pada pertemuan komite industri-militer Rusia, dia menyebut UAV sebagai salah satu faktor serius keberhasilan medan perang.

Menurut Putin, sekitar 4.000 pesawat nirawak first-person view (FPV) dikirim ke pasukan setiap hari sepanjang tahun 2024.

UAV FPV sebagian besar telah digunakan sebagai pesawat nirawak kamikaze oleh militer Rusia untuk menyerang berbagai target, mulai dari tank dan kendaraan lapis baja hingga pesawat nirawak lainnya.

Awal bulan ini, militer Rusia menerbitkan sebuah video yang memperlihatkan keberhasilan pengerahan pesawat nirawak FPV berbiaya rendah terhadap UAV pengintaian Ukraina yang lebih mahal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Selat Hormuz Membara,...
Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan
Rekomendasi
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Berita Terkini
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved