Terungkap, Sistem Rudal S-400 India Tembak Jatuh Pesawat AWACS Pakistan dalam Jarak 314 Km

Minggu, 25 Mei 2025 - 08:54 WIB
loading...
Terungkap, Sistem Rudal...
Sistem rudal S-400 India dilaporkan telah tembak jatuh pesawat AWACS Pakistan dalam jarak 314 km selama pertempuran empat hari awal bulan ini. Foto/NDTV
A A A
NEW DELHI - Sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia dielu-elukan India setelah mencetak rekor menembak jatuh pesawat AWACS Pakistan dalam jarak 314 kilometer selama pertempuran udara empat hari awal bulan ini. Laporan media India menyebutnya sebagai "historic kill".

Senjata pertahanan yang oleh NATO dinamai sebagai SA-21 Growlers itu selama ini menjadi target pendiskreditan media Barat selama perang Rusia-Ukraina. Namun ia menjadi tameng misil andalan New Delhi sekarang.

India membeli lima unit S-400 dari Rusia dalam kesepakatan senilai USD5,4 miliar yang diprakarsai oleh mantan menteri pertahanan Manohar Parrikar.

Ketika sanksi global dijatuhkan terhadap Rusia, Amerika Serikat mencoba menghalangi India untuk melanjutkan kesepakatan tersebut. Pengiriman dilakukan bahkan ketika Amerika Serikat belum memutuskan keringanan bagi India berdasarkan Countering America’s Adversaries through Sanctions Act (CAATSA).

Baca Juga: Pakistan Hancurkan Sistem Pertahanan S-400 Senilai Rp24,7 Triliun Milik India

Laporan EurAsian Times, Minggu (25/5/2025), menyebutkan bahwa sumber kredibel mengungkapkan sistem S-400 India telah menciptakan rekor dunia dengan mengamankan pembunuhan target terjauh oleh sistem rudal udara (SAM) dengan menghantam target udara pada jarak 314 kilometer. Dengan peluncuran tersebut, SAM menghancurkan Saab Erieye-2000—pesawat AWACS(Airborne Warning and Control System) milik Angkatan Udara Pakistan.

Ini adalah kehilangan kedua radar terbang Saab Erieye-2000, kata sumber tersebut mengatakan kepada EurAsian Times, dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Media terkemuka India, Hindustan Times, membenarkan klaim sumber tersebut tentang penembakan jatuh AWACS oleh S-400. Bahkan laporan media ini menyebutkan bahwa satu jet tempur JF-17 Thunder, 2 jet F-16, dan pesawat C-130 Pakistan juga ditembak jatuh tanpa menyebutkan peran S-400 secara spesifik.

Pakistan mengeklaim serangan jet tempur JF-17 Thunder telah menghancurkan satu unit sistem rudal S-400 India, namun militer New Delhi membantahnya.

Sebelumnya, pensiunan Marsekal Udara Pakistan Masood Akhtar mengungkapkan bahwa Angkatan Udara Pakistan (PAF) kehilangan sebuah pesawat AWACS selama Operasi Sindoor India pada malam 9–10 Mei akibat serangan rudal BrahMos.

“Mereka (pasukan India) menembakkan empat rudal permukaan-ke-permukaan Brahmos secara berturut-turut…[rudal] permukaan-ke-permukaan atau udara-ke-permukaan, saya tidak yakin. Pilot (Pakistan) bergegas mengamankan pesawat mereka, tetapi rudal terus berdatangan, dan sayangnya, yang keempat menghantam hanggar di [pangkalan udara] Bholari, tempat salah satu AWACS kami berada. Hanggar itu rusak dan korban juga dilaporkan,” katanya dalam sebuah wawancara.

Baca Juga: India Sangkal Sistem Rudal S-400-nya Hancur Diserang Jet Tempur JF-17 Pakistan

Lebih lanjut, laporan EurAsian Times menyebutkan rudal permukaan-ke-udara yang ditembakkan S-400 India juga berhasil menembak jatuh beberapa rudal jelajah yang diluncurkan dari udara dan pesawat nirawak Pakistan.

India telah menempatkan tiga unit S-400—dua di garis depan Barat dan satu di garis depan Timur. India tengah menunggu pengiriman dua unit lagi dari Rusia, yang tertunda karena perang Ukraina.

Penasihat Keamanan Nasional India Ajit Doval akan segera mengunjungi Moskow, dan pengiriman awal dua unit yang tersisa disebut-sebut masuk dalam agenda.

Tetap jelas bahwa meskipun efektif, India akan membutuhkan lebih banyak unit S-400 untuk mengamankan wilayah udaranya untuk kemungkinan konfrontasi dua garis depan.

Dilaporkan bahwa, melihat keberhasilan sistem tersebut, India mungkin akan memesan lebih banyak unit S-400, dan dapat memilih S-500 Prometheus yang lebih canggih.

S-500 Prometheus adalah sistem rudal permukaan-ke-udara dan rudal anti-balistik generasi berikutnya milik Rusia. Dikembangkan oleh Almaz-Antey, sistem ini memiliki jangkauan operasional hingga 600 km dan dapat mencegat senjata hipersonik, rudal balistik, dan bahkan satelit orbit rendah bumi. Kemampuannya untuk menetralkan satelit orbit rendah bumi menjadikannya aset strategis.

Kesepakatan produksi bersama untuk S-500 dapat memikat India karena akan membawa setiap sudut Pakistan dalam jangkauan serangnya, yang akan menjadi kutukan bagi jet tempur Pakistan dalam perang-perang mendatang. Laporan telah muncul bahwa China sedang mempercepat pengiriman jet tempur siluman J-35 ke Pakistan, dan itu pun dengan harga yang jauh lebih rendah.

Membeli S-500 juga akan hemat biaya, karena India hanya memerlukan rudal dan pemutakhiran perangkat lunak, sementara peluncurnya akan tetap sama.

S-400 telah dirancang untuk menyerang target hingga sejauh 400 km menggunakan rudal 40N6, dan juga menggunakan rudal 48N6 dengan jangkauan 250 km.

S-400 dikagumi karena kemampuannya untuk menyerang hingga 80 target secara bersamaan, dan kesadaran situasionalnya yang tinggi yang disediakan oleh beberapa radar pelengkap, yang memungkinkannya untuk menyerang target siluman dengan andal.

Menurut India, sistem pertahanan udara yang bergerak di jalan raya ini sangat mudah bermanuver dan telah berhasil menggagalkan upaya Pakistan untuk melumpuhkannya.

Peluncur, radar, dan pusat komando dapat dengan cepat dikerahkan kembali setelah penembakan, sehingga sangat sulit untuk dinetralisir. Sistem berlapis ini memungkinkan pasukan India untuk menciptakan zona anti-access area-denial (A2AD) yang sulit ditembus.

S-400 merupakan tulang punggung persenjataan rudal permukaan-ke-udara Angkatan Udara Rusia. Sistem ini sejauh ini merupakan sistem pertahanan udara jarak jauh yang paling banyak dioperasikan di negara mana pun, dengan lebih dari 30 resimen yang saat ini beroperasi.

Pengembangan S-400 dimulai pada tahun 1993. Rudal yang digunakannya tersebut menggunakan hulu ledak fragmentasi berdaya ledak tinggi seberat 143 kg, memiliki jangkauan 250-400 km, dan merupakan ABM (misil anti-balistik) dengan ketinggian 60 km. Hampir 70-80 persen teknologi, termasuk wadah penyimpanan rudal, peluncur, dan radar, diadaptasi dari S-300, yang telah beroperasi sejak 2007. Hal yang sama akan terjadi pada upgrade dari S-400 menjadi S-500.

Rusia telah memesan sepuluh batalion S-500 untuk mengganti sistem S-300 secara bertahap. Unit pertama yang masih dalam tahap pengembangan dikerahkan di sekitar Moskow pada Oktober 2021.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
25 Drone Kamikaze yang...
25 Drone Kamikaze yang Dioperasikan India Ditembak Jatuh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved