Serangan Presisi Misil Iskander Rusia Hancurkan Sistem Rudal Patriot AS di Ukraina

Jum'at, 23 Mei 2025 - 08:38 WIB
loading...
Serangan Presisi Misil...
Rusia klaim serangan presisi misil Iskander telah menghancurkan sistem pertahanan rudal Patriot AS di Ukraina. Foto/Ilustrasi/Bundeswehr/Francis Hildemann
A A A
MOSKOW - Rusia telah melancarkan serangan presisi dengan rudal balistik Iskander-M, yang mereka klaim telah menghancurkan sistem pertahanan rudal canggih Patriot Amerika Serikat (AS) yang dioperasikan Ukraina. Klaim ini muncul ketika Moskow dan Kyiv sedang berupaya untuk berunding untuk mengakhiri perang.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan tersebut berlangsung pada Kamis (22/5/2025), menargetkan wilayah sekitar permukiman Ordzhonikidze di oblast Dnipropetrovsk, salah satu kawasan industri dan militer strategis Ukraina.

Video ledakan besar telah disiarkan di kanal Telegram resmi militer Rusia, menunjukkan kobaran api dan ledakan sekunder yang disebut sebagai bukti kehancuran total sistem rudal Patriot di lokasi tersebut.

Menurut klaim Moskow, komponen utama sistem Patriot—termasuk radar AN/MPQ-65, kabin kendali, dan dua peluncur—dihancurkan sepenuhnya.

Baca Juga: Serangan Dahsyat Rusia Hancurkan 4 Peluncur Sistem Rudal Patriot AS di Ukraina

Namun hingga kini, belum ada konfirmasi independen dari Ukraina maupun pihak Barat terkait klaim Rusia.

Rudal balistik Iskander-M adalah senjata strategis jarak pendek dengan kecepatan lebih dari 7.500 km/jam. Dirancang untuk menghindari intersepsi dengan lintasan terbang rendah dan manuver terminal, Iskander mampu menghantam sasaran dengan akurasi tinggi, antara 5 hingga 30 meter dari target.

Sementara itu, sistem Patriot—andalan pertahanan udara AS sejak era Perang Teluk—dikenal sebagai pelindung efektif terhadap rudal balistik dan pesawat musuh. Dengan radar canggih AN/MPQ-65 dan peluru kendali PAC-3, sistem ini mampu melacak dan menembak hingga puluhan sasaran secara simultan.

Namun, meski memiliki teknologi mutakhir, sistem pertahanan rudal Patriot tetap rentan. Radar yang harus aktif untuk mendeteksi ancaman justru menjadi titik lemah karena dapat dilacak oleh drone atau sistem peperangan elektronik Rusia seperti Krasukha-4. Jika lokasi terdeteksi, Patriot yang cenderung statis menjadi sasaran empuk rudal cepat seperti Iskander.

Jika klaim Rusia benar, maka ini merupakan pukulan telak bagi jaringan pertahanan udara Ukraina, yang sangat bergantung pada bantuan Barat. Patriot bukan hanya alat militer—ia adalah simbol dari komitmen Barat dalam membantu Ukraina bertahan dari gempuran Rusia.

Satu unit sistem Patriot bernilai sekitar USD1 miliar, dan Ukraina diperkirakan hanya memiliki beberapa unit. Kehilangan bahkan satu baterai saja bisa membuka celah besar dalam pertahanan udara mereka, terutama untuk melindungi infrastruktur vital dari serangan rudal dan bom luncur Rusia seperti FAB-500.

Di sisi lain, keberhasilan ini dapat dimanfaatkan Rusia sebagai alat propaganda untuk menunjukkan keunggulan teknologi mereka dan menggoyang kepercayaan publik terhadap efektivitas dukungan militer Barat.

Meskipun video ledakan malam yang dirilis Rusia terlihat dramatis, para analis militer mengingatkan bahwa gambar tersebut tidak dapat memastikan kehancuran total sistem Patriot. Biasanya, satu baterai Patriot memiliki elemen yang tersebar di area luas untuk menghindari kehancuran menyeluruh akibat satu serangan.

“Video hanya menunjukkan satu ledakan utama. Tanpa akses ke lokasi atau laporan dari Ukraina, klaim ini masih perlu dikaji lebih lanjut,” tulis lembaga think tank Institute for the Study of War, yang dikutip Bulgarian Military, Jumat (23/5/2025).

Dalam perang yang sarat dengan disinformasi dan narasi politik, setiap klaim keberhasilan militer harus ditanggapi dengan hati-hati.

Namun jika serangan Rusia kali ini benar-benar berhasil, maka itu menunjukkan bahwa bahkan teknologi Barat yang paling canggih sekalipun tidak kebal terhadap taktik dan teknologi Moskow yang terus berkembang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
Trump Kumpulkan Pejabat...
Trump Kumpulkan Pejabat AS di Situation Room Gedung Putih, Bahas Serangan Dahsyat ke Iran
Rekomendasi
Pangeran William Kecewa...
Pangeran William Kecewa Inggris Tersingkir dari Piala Dunia
KPK Tak Bisa Ambil Alih...
KPK Tak Bisa Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah seperti Pungut Barang di Jalan
Gara-gara Konten Satir...
Gara-gara Konten Satir Jampidsus, Mega Salsabillah Didatangi Polisi Jam 3 Pagi
Berita Terkini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved