Arab Saudi Didesak Bebaskan Ulama Salman al-Awda yang Telah Dipenjara Hampir 7 Tahun

Kamis, 22 Mei 2025 - 14:15 WIB
loading...
Arab Saudi Didesak Bebaskan...
Arab Saudi didesak bebaskan ulama Salman al-Awda yang telah dipenjara hampir tujuh tahun. Foto/X/Middle East Monitor
A A A
RIYADH - Pemerintah Arab Saudi didesak untuk membebaskan ulama Sheikh Salman al-Awda yang telah mendekam di penjara selama hampir tujuh tahun. Desakan ini disampaikan oleh kelompok hak asasi manusia (HAM) Amnesty International.

Dalam sebuah pernyataan, organisasi tersebut mengatakan Salman al-Awda (68) telah menghabiskan bertahun-tahun di dalam sel isolasi, yang menyebabkan kesehatannya memburuk.

Menurut Amnesty, penglihatan dan pendengarannya telah berkurang setengahnya.

Kelompok HAM itu mengatakan Salman al-Awda ditangkap tanpa surat perintah hanya beberapa jam setelah dia mengunggah tweet yang menyerukan diakhirinya pertikaian antara Arab Saudi dan Qatar di tengah krisis diplomatik kala itu.

Baca Juga: Pria Arab Saudi Dihukum Mati karena Bela Para Ulama yang Dipenjara

Amnesty juga telah lama berpendapat bahwa persidangannya di Pengadilan Pidana Khusus dinodai dengan pelanggaran mencolok dan bukan persidangan yang adil, dengan mencatat bahwa dia didakwa dengan 37 tuduhan.

Para aktivis telah menghabiskan waktu bertahun-tahun berkampanye di media sosial untuk pembebasannya, namun Amnesty International menyoroti bahwa Jaksa Penuntut Umum telah meminta hukuman mati terhadapnya sejak Juli 2021, yang semakin memicu kekhawatiran.

Kelompok HAM itu juga telah membunyikan peringatan atas tindakan pihak berwenang yang membatasi keluarga Salman al-Awda, termasuk melarang mereka bepergian.

Menurut laporan The New Arab, Kamis (22/5/2025), Salman al-Awda telah menjadi sasaran penyiksaan psikologis, kurang tidur, dan dilarang berbicara dengan keluarganya.

Dia hanya diizinkan menelepon keluarganya sebulan setelah penahanannya, imbuh laporan tersebut.

Amnesty International menyoroti bahwa tuduhan terhadapnya tidak jelas, yang mencakup penghasutan opini publik, mengkritik kebijakan negara, dan menerbitkan konten yang "menimbulkan perselisihan", tuduhan yang oleh para pegiat HAM telah dikecam sebagai kampanye yang lebih luas untuk menekan kebebasan berekspresi.

Amnesty International meminta Arab Saudi untuk segera mengakhiri kurungan isolasi Salman al-Awda, memberinya akses ke perawatan medis, dan menjamin haknya untuk mendapatkan pengadilan yang adil.

Pada tahun 2020, rekaman dari ulama terkemuka itu terdengar dari dalam penjara Arab Saudi untuk pertama kalinya sejak penangkapannya.

Rekaman itu adalah panggilan telepon antara Salman al-Awda dan ibu serta putrinya, di mana dia berkata: "Saya baik-baik saja, Alhamdulillah," dan melanjutkan pembahasan tentang Ramadan di bawah karantina wilayah akibat Virus Corona.

Para aktivis pada saat itu mengatakan bahwa kegigihan ulama tersebut untuk berbasa-basi mungkin disebabkan oleh panggilan telepon yang dipantau oleh otoritas penjara.

Kelompok HAM mengatakan bahwa persidangan tersebut merupakan pembalasan politik terhadap Salman al-Awda, seorang tokoh terkemuka dalam gerakan Islam tahun 1990-an yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin.

Dia telah menulis ratusan artikel tentang hukum Islam sekaligus merangkul modernitas dan demokrasi.

Pada tahun 2021, kelompok hak asasi Al Qst mengatakan bahwa Salman al-Awda menghadiri sesi persidangan, dan keluarganya diberi tahu bahwa sidang lanjutan akan diadakan, tetapi tidak ada yang dijadwalkan, dan persidangan masih tertunda.

Pemerintah Arab Saudi belum berkomentar atas desakan Amnesty International untuk membebaskan Salman al-Awda.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Inggris vs Ghana: The...
Inggris vs Ghana: The Three Lions Menuju Rekor Baru
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
7 Manfaat Buah Tin yang...
7 Manfaat Buah Tin yang Disebut Al Quran, Bisa Atasi Kanker
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved