Kim Jong-un Marah Besar karena Kapal Perang Korut 5.000 Ton Rusak saat Diresmikan
Kamis, 22 Mei 2025 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Kim Jong-un telah membingkai peningkatan persenjataan tersebut sebagai respons terhadap ancaman yang dirasakan dari Amerika Serikat dan sekutunya di Asia, yang telah memperluas latihan militer gabungan di tengah meningkatnya ketegangan atas program nuklir Korea Utara.
Dia mengatakan akuisisi kapal selam bertenaga nuklir akan menjadi langkah besar berikutnya dalam memperkuat Angkatan Laut-nya.
Para pakar asing mengatakan kapal perusak tersebut kemungkinan dibangun dengan bantuan Rusia. Sementara kekuatan Angkatan Laut Korea Utara dianggap lebih rendah daripada Korea Selatan, para analis masih memandang kapal perusak tersebut sebagai ancaman keamanan yang serius, karena dapat meningkatkan kemampuan ofensif dan defensif negara tersebut.
Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena Kim Jong-un mempercepat pengembangan program nuklir dan misilnya serta memasok senjata dan pasukan untuk mendukung perang Rusia di Ukraina.
Amerika Serikat, Korea Selatan, dan sekutu mereka telah menyatakan kekhawatiran bahwa Moskow dapat membalas budi dengan menyediakan teknologi senjata canggih bagi Korea Utara, yang selanjutnya meningkatkan ancaman yang ditimbulkan oleh program nuklir dan misilnya.
Dia mengatakan akuisisi kapal selam bertenaga nuklir akan menjadi langkah besar berikutnya dalam memperkuat Angkatan Laut-nya.
Para pakar asing mengatakan kapal perusak tersebut kemungkinan dibangun dengan bantuan Rusia. Sementara kekuatan Angkatan Laut Korea Utara dianggap lebih rendah daripada Korea Selatan, para analis masih memandang kapal perusak tersebut sebagai ancaman keamanan yang serius, karena dapat meningkatkan kemampuan ofensif dan defensif negara tersebut.
Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena Kim Jong-un mempercepat pengembangan program nuklir dan misilnya serta memasok senjata dan pasukan untuk mendukung perang Rusia di Ukraina.
Amerika Serikat, Korea Selatan, dan sekutu mereka telah menyatakan kekhawatiran bahwa Moskow dapat membalas budi dengan menyediakan teknologi senjata canggih bagi Korea Utara, yang selanjutnya meningkatkan ancaman yang ditimbulkan oleh program nuklir dan misilnya.
(mas)
Lihat Juga :