Rusia: Ukraina Hanya Punya Satu Kesempatan Terakhir

Rabu, 21 Mei 2025 - 18:34 WIB
loading...
Rusia: Ukraina Hanya...
Rusia ancam Ukraina dengan hanya memiliki satu kesempatan terakhir. Foto/X/@DailyRuSoldiers
A A A
MOSKOW - Pihak berwenang di Kiev punya satu kesempatan terakhir untuk mempertahankan semacam status kenegaraan setelah konflik Ukraina tak terelakkan terselesaikan. Itu diungkapkan mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, mendesak Kiev untuk terlibat dalam perundingan damai.

Berbicara di forum hukum internasional di St. Petersburg pada hari Selasa, Medvedev - yang menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia - mengakui bahwa Moskow tidak menyukai rezim politik saat ini di Kiev “sama sekali.”

Namun demikian, ia menyarankan agar para pemimpin Ukraina punya “satu kesempatan terakhir untuk mempertahankan, dalam kondisi tertentu, setelah berakhirnya aksi militer, semacam status kenegaraan atau, jika Anda suka, semacam kepribadian hukum internasional dan memperoleh kesempatan untuk pembangunan yang damai.”

Meskipun pemerintah Ukraina tidak memiliki kedaulatan apa pun dan merupakan "negara kuasi" yang gagal dalam bentuknya saat ini, Moskow tetap terbuka untuk mengadakan negosiasi perdamaian langsung tanpa syarat yang akan mempertimbangkan realitas saat ini di lapangan dan mengatasi akar penyebab konflik.

"Moskow khawatir bahwa saat ini tidak ada individu di Ukraina yang memiliki kewenangan hukum untuk menandatangani perjanjian damai apa pun dengan Rusia," katanya, dilansir RT.

Kekhawatiran ini terutama berkaitan dengan fakta bahwa perjanjian yang ditandatangani oleh kepemimpinan saat ini kemudian dapat ditolak setelah pemerintahan baru di Ukraina terpilih, jelasnya.

Baca Juga: Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?

Masa jabatan presiden Zelensky secara resmi berakhir tahun lalu, dan sejak itu ia berulang kali menunda penyelenggaraan pemilihan baru, dengan alasan konflik dengan Rusia dan darurat militer.

Sementara Moskow mempertanyakan legitimasi Zelensky sebagai pemimpin Ukraina, bulan lalu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengisyaratkan bahwa pihak Rusia mungkin mengabaikan statusnya untuk melanjutkan perundingan perdamaian.

"Kepentingan untuk memasuki proses penyelesaian damai berada di atas segalanya," kata Peskov, menekankan bahwa "tujuan utama adalah untuk memulai proses perundingan ini," sementara semua pertanyaan lainnya adalah "sekunder."

Minggu lalu, delegasi dari Rusia dan Ukraina bertemu di Istanbul, menandai pembicaraan langsung pertama mereka sejak Kiev secara sepihak meninggalkan proses perdamaian pada tahun 2022.

Kepala tim perunding Rusia di Istanbul, Vladimir Medinsky, kemudian mengatakan kedua pihak telah sepakat untuk melakukan pertukaran tahanan yang melibatkan 1.000 tawanan perang dari masing-masing pihak, dan untuk melanjutkan kontak setelah keduanya menyiapkan proposal gencatan senjata yang terperinci.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Momen Haru, Sarwendah...
Momen Haru, Sarwendah Antar Anak Temui Ruben Onsu Jelang Berangkat Umrah
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved