Houthi Umumkan Blokade Laut di Haifa Israel, Peringatkan Perusahaan Pelayaran

Selasa, 20 Mei 2025 - 23:36 WIB
loading...
Houthi Umumkan Blokade...
Yahya Saree, juru bicara militer Ansarallah Yaman. Foto/X
A A A
SANAA - Gerakan Ansarallah (Houthi) di Yaman mengumumkan dimulainya operasi untuk memberlakukan blokade laut di pelabuhan Haifa, Israel. Langkah ini menandai peningkatan signifikan dalam kampanye militer Houthi sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam pernyataan yang disiarkan di televisi oleh juru bicara militer kelompok tersebut pada Senin malam (19/5/2025).

Juru bicara tersebut mengonfirmasi, “Pasukan Ansarallah melaksanakan arahan pimpinan untuk mulai memberlakukan blokade laut di pelabuhan Haifa."



Ia menambahkan semua perusahaan yang menggunakan pelabuhan tersebut harus menanggapi perkembangan ini dengan serius, karena Haifa kini telah ditambahkan ke "daftar target" mereka.

Langkah ini dilakukan setelah apa yang digambarkan Houthi sebagai keberhasilan pengepungan di pelabuhan Umm al-Rashrash (Eilat), yang menghentikan operasi di sana.

Juru bicara tersebut menegaskan kembali keputusan tersebut merupakan tanggapan langsung terhadap serangan militer Israel yang sedang berlangsung di Gaza dan blokade pasokan makanan dan medis ke Jalur Gaza.

“Kami menginformasikan kepada semua perusahaan yang memiliki kapal di atau menuju pelabuhan bahwa Haifa telah dimasukkan dalam daftar target, efektif segera,” tegas juru bicara Houthi.

Dalam beberapa hari terakhir, Ansarallah juga telah mengintensifkan operasi udaranya terhadap Israel.

Pada hari Minggu, kelompok tersebut mengumumkan mereka telah menargetkan Bandara Ben Gurion dua kali dalam jangka waktu 24 jam, pertama dengan dua rudal balistik, termasuk rudal hipersonik ‘Palestine 2’ dan rudal ‘Zulfiqar’, dan kemudian dengan pesawat nirawak Yaffa pada hari Sabtu.

Menurut Ansarallah, serangan tersebut mencapai tujuannya, menghentikan sementara lalu lintas udara dan mengirim jutaan warga Israel ke tempat perlindungan bom.

Militer Israel mengonfirmasi mereka mencegat satu rudal yang diluncurkan dari Yaman pada Minggu pagi.

Sirene serangan udara diaktifkan di seluruh Israel bagian tengah, termasuk Tel Aviv, Yerusalem, dan sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Seorang warga sipil Israel dilaporkan terluka saat melarikan diri ke tempat perlindungan di Bat Yam, selatan Tel Aviv.

Serangan rudal terhadap Ben Gurion menyusul serangan Israel pada Jumat malam yang menargetkan pelabuhan Hodeidah dan Salif di Yaman.

Israel juga mengancam akan membunuh pemimpin Ansarallah Abdul-Malik al-Houthi jika peluncuran rudal terus berlanjut.

Sebagai tanggapan, wakil kepala media Ansarallah Nasr al-Din Amer berjanji meningkatkan operasi militer, dengan menyatakan pada X, "Angkatan bersenjata Yaman akan memperluas operasi sebagai tanggapan atas perluasan agresi Israel di Gaza dan penargetan pelabuhan Yaman yang terus berlanjut."

Eskalasi terbaru ini menandai serangan udara Israel kesembilan di Yaman sejak dimulainya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023, dan yang ketiga sejak pertempuran dimulai kembali pada 18 Maret setelah jeda dua bulan.

Blokade laut di Haifa bertepatan dengan peluncuran kampanye militer baru Israel di Gaza, yang dilaporkan mencakup rencana menduduki kembali seluruh wilayah.

Pengumuman itu juga muncul saat negosiasi gencatan senjata berlanjut di Doha, yang sekarang dikatakan memasuki fase kritis.

Baca juga: India Kerahkan Tank Tempur T-72 Rusia untuk Melawan Pakistan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved