Sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah yang Saling Bermusuhan, Kebanyakan Menyangkut Israel
Senin, 19 Mei 2025 - 15:43 WIB
loading...
Sekutu-sekutu AS di Timur Tengah sering bermusuhan, kerap kali dengan Israel. Foto/Tech. Sgt. Brigette Waltermire/US Air National Guard
A
A
A
JAKARTA - Sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah mencakup beberapa negara, meski begitu tidak semua sekutu ini saling mendukung satu sama lain. Bahkan di antara mereka ada yang bermusuhan lantaran peliknya konflik di wilayah tersebut.
Dalam beberapa dekade terakhir, Amerika Serikat memainkan peran penting sebagai penyeimbang kekuatan di Timur Tengah. Dukungan militer, bantuan ekonomi, hingga kerjasama intelijen diberikan kepada negara-negara seperti Arab Saudi, Israel, dan Turki.
Namun, kedekatan ini tidak serta-merta menciptakan solidaritas antar-sekutu. Justru, dalam banyak kasus, AS menghadapi dilema diplomatik saat kepentingan sekutunya saling bertentangan atau bahkan berujung pada konfrontasi langsung.
Baca Juga: Demo Terbesar Bela Palestina Pecah di Belanda, Massa Merahkan Jalan Den Haag
Israel dan Arab Saudi merupakan dua kekuatan utama di Timur Tengah yang memiliki hubungan strategis dengan Amerika Serikat. Keduanya menerima dukungan militer, bantuan teknologi, dan kerja sama intelijen dari Washington dalam rangka menjaga stabilitas regional dan menahan pengaruh Iran.
Sejak berdirinya negara Israel pada tahun 1948, sebagian besar negara Arab termasuk Arab Saudi tidak mengakui kedaulatan Israel. Dukungan Arab Saudi terhadap perjuangan rakyat Palestina dan penolakannya atas pendudukan wilayah-wilayah Arab oleh Israel memperdalam jarak antara kedua negara.
Amerika Serikat selama ini memainkan peran sebagai penengah antara kepentingan kedua sekutunya ini. Melalui kebijakan luar negerinya, AS berupaya mendorong normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi.
Namun, normalisasi hubungan ini tidak serta-merta menghapus ketegangan yang ada. Isu Palestina tetap menjadi batu sandungan utama. Bagi Arab Saudi, pengakuan terhadap negara Palestina dan penghentian aneksasi wilayah oleh Israel adalah syarat penting sebelum menjalin hubungan diplomatik penuh.
Dalam beberapa dekade terakhir, Amerika Serikat memainkan peran penting sebagai penyeimbang kekuatan di Timur Tengah. Dukungan militer, bantuan ekonomi, hingga kerjasama intelijen diberikan kepada negara-negara seperti Arab Saudi, Israel, dan Turki.
Namun, kedekatan ini tidak serta-merta menciptakan solidaritas antar-sekutu. Justru, dalam banyak kasus, AS menghadapi dilema diplomatik saat kepentingan sekutunya saling bertentangan atau bahkan berujung pada konfrontasi langsung.
Baca Juga: Demo Terbesar Bela Palestina Pecah di Belanda, Massa Merahkan Jalan Den Haag
Sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah yang Saling Bermusuhan
1. Israel-Arab Saudi
Israel dan Arab Saudi merupakan dua kekuatan utama di Timur Tengah yang memiliki hubungan strategis dengan Amerika Serikat. Keduanya menerima dukungan militer, bantuan teknologi, dan kerja sama intelijen dari Washington dalam rangka menjaga stabilitas regional dan menahan pengaruh Iran.
Sejak berdirinya negara Israel pada tahun 1948, sebagian besar negara Arab termasuk Arab Saudi tidak mengakui kedaulatan Israel. Dukungan Arab Saudi terhadap perjuangan rakyat Palestina dan penolakannya atas pendudukan wilayah-wilayah Arab oleh Israel memperdalam jarak antara kedua negara.
Amerika Serikat selama ini memainkan peran sebagai penengah antara kepentingan kedua sekutunya ini. Melalui kebijakan luar negerinya, AS berupaya mendorong normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi.
Namun, normalisasi hubungan ini tidak serta-merta menghapus ketegangan yang ada. Isu Palestina tetap menjadi batu sandungan utama. Bagi Arab Saudi, pengakuan terhadap negara Palestina dan penghentian aneksasi wilayah oleh Israel adalah syarat penting sebelum menjalin hubungan diplomatik penuh.
Lihat Juga :