Strategi Ekonomi China Picu Ketegangan Sistemik di Tatanan Global

Senin, 19 Mei 2025 - 14:41 WIB
loading...
A A A
Menurut Human Rights Watch (HRW), “Tembok Api Besar” China memblokir lebih dari seribu situs berita, media sosial, dan platform pesan global—termasuk Reuters, The New York Times, dan BBC—dan memaksa warga untuk menggunakan platform dalam negeri yang dipantau ketat.

Filter otomatis berbasis AI dan jutaan sensor negara memantau konten daring untuk mencari kata-kata terlarang, sementara hukum setempat mengkriminalisasi “penyebaran rumor” atau “subversi kekuasaan negara,” yang digunakan untuk menahan jurnalis, pengacara, dan blogger yang mengkritik pemerintah.

Sistem pengawasan digital ini tak hanya menumpulkan kebebasan berekspresi, tetapi juga menciptakan ketakutan yang melumpuhkan kepercayaan publik.

Dugaan pelanggaran hak asasi manusia China mencapai puncaknya di Daerah Otonomi Xinjiang, tempat lebih dari satu juta warga Uighur dan etnis Muslim Turki lainnya ditahan secara massal. Kantor HAM PBB menyatakan tindakan ini sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Para penyintas menggambarkan adanya kerja paksa, penyiksaan, indoktrinasi politik, dan sterilisasi paksa, yang disamarkan sebagai “pusat pelatihan kerja”. Di luar Xinjiang, organisasi-organisasi yang didanai pemerintah China mempengaruhi forum PBB untuk membungkam kritik, sementara kedutaan besar China memantau dan mengintimidasi diaspora di luar negeri—secara efektif mengekspor sistem represi domestik ke kancah global.

Selama masa lockdown Covid-19 antara 2020–2022, obsesi pemerintah China terhadap kontrol informasi menyebabkan konsekuensi mematikan.

Dr Li Wenliang, dokter pertama yang memperingatkan koleganya tentang virus mirip SARS, ditekan polisi karena dianggap menyebarkan rumor dan dipaksa menandatangani surat peringatan, bahkan saat wabah mulai menyebar. Jurnalis warga Fang Bin dipenjara selama tiga tahun hanya karena mendokumentasikan kondisi di Wuhan.

Kasus-kasus tersebut memperjelas bagaimana pembungkaman pelapor justru menghambat respons kesehatan global dan melanggar hak dasar manusia.

Inisiatif Sabuk dan Jalan


Kegagalan pengelolaan lingkungan China memperparah pelanggaran HAM dengan dampak kesehatan publik yang mematikan. Studi Global Burden of Disease memperkirakan 1,24 juta kematian di China pada 2017 akibat polusi udara—kebanyakan dari pembakaran batu bara dan emisi kendaraan—yang menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan gangguan pernapasan kronis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
IRGC Tuduh AS Serang...
IRGC Tuduh AS Serang Infrastruktur Iran, Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Ahvaz
AS kembali Serang Iran,...
AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved