Strategi Ekonomi China Picu Ketegangan Sistemik di Tatanan Global

Senin, 19 Mei 2025 - 14:41 WIB
loading...
A A A
Wilayah pedesaan terdampak paling parah, seperti “desa kanker” di Provinsi Guangdong, tempat pencemaran tanah oleh kadmium dari aktivitas tambang dikaitkan dengan tingginya kasus leukemia dan kanker hati. Meski Beijing berkomitmen mencapai netral karbon pada 2060, proyek PLTU baru terus disetujui, merusak upaya mitigasi iklim global.

Secara geopolitik, China menggunakan leverage ekonominya lewat Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), yang oleh sejumlah analis disebut sebagai “diplomasi jebakan utang.”

Kajian Wilson Center menunjukkan bahwa 80 persen pinjaman bank kebijakan China untuk negara mitra BRI diberikan kepada negara-negara yang kini mengalami krisis utang, seperti Sri Lanka dan Zambia, yang memberi ruang bagi Beijing untuk menuntut konsesi politik atau mengambil alih aset strategis.

Di saat yang sama, penjaga pantai dan milisi maritim China rutin mengintimidasi kapal dari Vietnam, Filipina, dan negara tetangga lain di Laut China Selatan—meski pengadilan arbitrase internasional pada 2016 telah menyatakan klaim sembilan-garis China tidak sah.


Preseden Berbahaya


Tindakan-tindakan ini tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga meningkatkan risiko konflik di jalur perdagangan laut tersibuk dunia, senilai lebih dari USD 5,3 triliun per tahun.

Model pembangunan berpusat pada negara yang diterapkan China memang berhasil mengangkat ratusan juta orang dari kemiskinan dan menciptakan infrastruktur kelas dunia. Namun, pencapaian ini dibayar mahal melalui pelanggaran sistematis terhadap keadilan ekonomi, martabat manusia, dan keberlanjutan lingkungan.

Menghadapi tantangan multidimensi ini menuntut tekanan internasional yang konsisten dan terkoordinasi: mulai dari penegakan tegas terhadap aturan WTO dan UNCLOS, sanksi terarah terhadap pelanggar HAM, dukungan bagi media independen dan masyarakat sipil, hingga langkah perdagangan multilateral untuk membendung kebijakan industri koersif.

Tanpa respons kolektif yang tegas, model koersif China berpotensi menjadi preseden berbahaya yang melemahkan tatanan global berbasis aturan, membahayakan kesehatan dan stabilitas dunia, serta mengancam kebebasan dasar miliaran orang di bawah bayang-bayangnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun
Pecah! Momen PM Malaysia...
Pecah! Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim Nyanyi, PM Thailand Charnvirakul Main Saksofon
Rekomendasi
Festival Dessert Terbesar...
Festival Dessert Terbesar Siap Maniskan Jakarta selama Tiga Pekan
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
Jarwo Kwat Kenang Temon:...
Jarwo Kwat Kenang Temon: Pelawak yang Tak Pernah Marah dan Selalu Menghibur
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved