Siapa Ali Khan Mahmudabad? Profesor India yang Ditangkap karena Kritik Operasi Sindoor

Senin, 19 Mei 2025 - 02:25 WIB
loading...
A A A
Mahkamah Agung India telah memerintahkan penghentian apa yang disebut keadilan buldoser, tetapi hal itu tidak menghentikan pihak berwenang untuk mengabaikan proses hukum yang semestinya.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi dari BJP juga dituduh membiarkan kelompok pembela Hindu sayap kanan bertindak tanpa hukuman. Mereka telah menghakimi umat Muslim dan mencoba mengawasi hubungan antaragama. Modi telah berbicara menentang pembunuhan terhadap sapi oleh pembela, tetapi pemerintahnya tidak berbuat banyak untuk menghentikan aktivitas kelompok pembela.

4. Dapat Dukungan dari Para Aktivis

Para profesor dan aktivis di seluruh negeri telah menunjukkan dukungan mereka terhadap Mahmudabad.

Sebuah surat terbuka dengan sekitar 1.200 penanda tangan yang dirilis pada hari Jumat mengatakan: “Jelas bahwa Prof Khan memuji pengendalian diri strategis angkatan bersenjata, menganalisis bagaimana perbedaan antara teroris atau aktor non-negara dan militer Pakistan kini telah runtuh, dan mengatakan bahwa penampilan para perwira wanita yang dipilih untuk wawancara media adalah ‘penting’ sebagai bukti bahwa visi sekuler para pendiri Republik kita masih hidup.”

Gencatan senjata antara India dan Pakistan, yang diumumkan pada tanggal 10 Mei, menghentikan beberapa hari serangan rudal dan pesawat tak berawak melintasi perbatasan bersama mereka. Pakistan mengatakan sedikitnya 31 orang tewas dalam serangan India sementara India mengatakan sedikitnya 15 orang tewas dalam serangan balik Pakistan.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Ditangkap Polda Metro...
Ditangkap Polda Metro Jaya, Dokter Tifa: Tepat saat Saya Menghadap Ujian S3
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Richard Lee Buka Suara...
Richard Lee Buka Suara usai Jadi Tersangka, Siap Bongkar Fakta di Persidangan
Berita Terkini
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved