Perang Dagang Lumpuhkan Salah Satu Provinsi Terkaya di China

Sabtu, 17 Mei 2025 - 14:34 WIB
loading...
A A A
Namun, penurunan pengiriman Ningbo ke AS dikhawatirkan akan lebih parah lagi. Dari total ekspor sebesar 1,87 triliun yuan yang ditangani pada tahun 2024, Amerika menyumbang 20 persen. Total ekspor Zhejiang ke AS pada tahun 2024 mencapai 631,7 miliar yuan, setara dengan 7 persen dari PDB provinsi tersebut.

Sebagai perbandingan, porsi AS dalam total ekspor China turun menjadi 14,7 persen tahun lalu dari 19 persen pada 2018.

Meskipun Washington telah sepakat untuk mengurangi sebagian besar tarifnya terhadap China, para analis memperingatkan bahwa pusat-pusat ekspor seperti Ningbo tidak akan luput dari dampaknya.

“Dampak penuh tarif AS mungkin belum sepenuhnya terlihat dalam data (April), tetapi usaha kecil di kota-kota pesisir China sudah merasakan tekanan,” kata Xu Tianchen, ekonom senior China di Economist Intelligence Unit.

Melindungi Ekonomi Lokal


Sejak 2 April, AS menaikkan tarif kumulatif terhadap impor China hingga setidaknya 145 persen, dengan tarif total mencapai 245 persen untuk beberapa barang. Beijing merespons dengan bea masuk sebesar 125 persen terhadap impor dari AS.

Sebelum lonjakan tarif, Ningbo hampir mencapai status sepuluh besar. PDB-nya tumbuh 5,4 persen menjadi 1,81 triliun yuan pada 2024, lebih cepat dari rata-rata nasional dan menempatkannya di posisi ke-11 di antara kota-kota secara nasional.

Namun di tengah perang dagang, para kader Partai Komunis China (CCP) di seluruh Zhejiang dipaksa untuk mengadopsi sikap siaga seperti dalam masa perang guna melindungi ekonomi lokal dan menjaga mata pencaharian penduduk.

Banyak dari mereka ditempatkan dalam posisi siaga, siap bergerak jika terjadi pemutusan hubungan kerja massal. Para produsen diwajibkan untuk memberikan laporan mingguan tentang perubahan jumlah karyawan dan pembayaran pensiun guna “meminimalkan faktor-faktor yang berpotensi mengguncang,” menurut surat edaran yang dikeluarkan kepada pejabat pada akhir April dan dilihat oleh South China Morning Post.

Nomura memperkirakan China bisa kehilangan hingga 16 juta pekerjaan jika perang dagang berlangsung lama, dengan wilayah industri Ningbo termasuk yang paling rentan.

Pemerintah di sana bahkan menyewa penerbangan bagi para pengusaha ke negara-negara seperti Hungaria, Mesir, dan Afrika Selatan—negara-negara yang juga terkena tarif AS pada bulan April—untuk mencari peluang dan mengidentifikasi jalur alternatif.

Risiko Gulung Tikar


Di beberapa kabupaten di Zhejiang yang memiliki eksposur tinggi terhadap AS, seperti produsen barang kecil Yiwu, para pejabat diperintahkan untuk lebih aktif mengunjungi pabrik-pabrik karena ekspor anjlok.

Ketika ketua CCP provinsi setempat, Wang Hao, mengunjungi Yiwu pada akhir April untuk mendengar langsung kesulitan para eksportir, dia mendesak para pejabat dan pelaku usaha untuk “bersiap menghadapi skenario paling ekstrem.”

Mobilisasi untuk membantu pelaku usaha telah dibandingkan dengan respons terhadap awal wabah Covid-19 pada awal 2020, ketika lockdown menghentikan produksi dan ekspor secara tiba-tiba.

Namun satu asosiasi industri—yang terkait dengan sensor, produk andalan Zhejiang yang banyak dibeli oleh AS—mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut terlalu lambat dan tidak dapat menutupi kerugian dari pesanan yang telah hilang.

“Beberapa eksportir dengan ketergantungan tinggi (pada AS) akan gulung tikar jika pesanan tidak segera kembali, dan butuh waktu untuk membangun kembali pengiriman [bahkan ketika tarif telah dikurangi],” kata Ying Liaochan, sekretaris jenderal Asosiasi Industri Sensor Cerdas Ningbo.

“Dan tidak semua (anggota asosiasi) bisa langsung beralih menjual ke Timur Tengah atau Afrika begitu saja. Beijing biasanya mengatakan bahwa penjual dan konsumen AS pada akhirnya yang akan membayar [untuk tarif Trump], tetapi banyak pabrik China sudah menderita.”

Para pengamat lokal mengatakan bahwa kesepakatan bilateral terbaru tentang tarif akan memberi napas lega bagi para eksportir Zhejiang, tetapi mereka harus segera melakukan diversifikasi agar tidak rentan di masa depan jika terjadi kenaikan tarif lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved