Trump Akui Pakistan Tidak Dapat Diabaikan, Ini Alasannya

Sabtu, 17 Mei 2025 - 14:28 WIB
loading...
Trump Akui Pakistan...
Presiden AS Donald Trump menyebut Pakistan tak dapat diabaikan. Foto/X/@LucasSa56947288
A A A
ISLAMABAD - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui bahwa Pakistan tidak dapat diabaikan, menekankan pentingnya menjaga keterlibatan dengan negara Asia Selatan tersebut.

Selama wawancaranya dengan media AS, Trump menyatakan bahwa Pakistan dan India hampir saja terlibat konflik nuklir. "Situasi telah meningkat ke titik di mana perang nuklir dapat terjadi," katanya.

Trump berpandangan bahwa konflik tersebut semakin intensif, dengan serangan rudal yang dilakukan. "Pertempuran meningkat; rudal diluncurkan dengan kekuatan maksimum," tambahnya.

Ia menekankan bahwa kedua negara bukan hanya kekuatan nuklir kecil, tetapi juga kekuatan nuklir besar. "Mereka bukan kekuatan kecil—mereka adalah kekuatan nuklir besar," kata Trump.

Ia menyebutkan telah melakukan diskusi positif dengan Pakistan. "Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Pakistan," katanya, seraya mencatat bahwa komunikasi terus berlangsung.

Trump menyatakan bahwa Pakistan tertarik untuk meningkatkan perdagangan dengan Amerika Serikat. "Mereka ingin berdagang dengan kami," katanya.

Baca Juga: Konflik India Pakistan Diciptakan Menjadi Perang Abadi

Ia mengakui bahwa meskipun perdagangan AS dengan Pakistan terbatas, hubungan bilateral tetap positif.

Trump memuji bangsa Pakistan, dengan mengatakan, "Mereka adalah orang-orang yang cerdas. Mereka membuat hal-hal yang menakjubkan."

Ia mengarahkan para pejabatnya untuk berkomunikasi dengan kedua negara. "Saya memberi tahu rakyat saya untuk menghubungi Pakistan dan India," kata Trump.

Melansir Samaa TV, Trump menceritakan dorongannya kepada kedua negara untuk fokus pada perdagangan. "Kami katakan kepada kedua negara, 'Kita harus berdagang'," katanya.

Trump mengonfirmasi bahwa negosiasi perdagangan dengan Pakistan telah dimulai selama masa jabatannya.

Dalam komentar terpisah, Trump mengklaim Iran sangat menginginkan kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Trump memperingatkan konsekuensi berat bagi Rusia jika Ukraina tidak mencapai penyelesaian. "Jika kesepakatan tidak dibuat dengan Ukraina, kami akan menjatuhkan sanksi yang menghancurkan terhadap Rusia," katanya.

Trump meremehkan pengaruh politik apa pun yang mungkin dimiliki presiden Ukraina. "Presiden Ukraina tidak memiliki 'kartu Trump'," katanya.

"Ini adalah keberhasilan terbesar—harus diakui," kata Trump, mengacu pada perkembangan terkini dalam hubungan internasional.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Walk Out saat Negosiasi...
Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Iran: Kami Tak Berunding di Bawah Tekanan!
Rekomendasi
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Gilberto Mora Ukir Sejarah,...
Gilberto Mora Ukir Sejarah, Jadi Starter Termuda di Piala Dunia 2026
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Berita Terkini
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved