Jaringan Intelijen Barat Bantu Operasi Kilowatt Mossad di Eropa, Targetnya Membunuh Warga Palestina
Senin, 19 Mei 2025 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Awalnya dibuat untuk mengoordinasikan upaya kontraterorisme di Eropa, platform tersebut dengan cepat berkembang menjadi saluran rahasia untuk bertukar informasi yang sangat sensitif—nama, alamat, rencana perjalanan, dan lokasi rumah persembunyian—tentang tersangka pelaku.
Jaringan Kilowatt terbukti sangat efektif karena tingkat detailnya. "Banyak yang sangat terperinci, menghubungkan individu dengan serangan tertentu dan memberikan detail yang akan sangat membantu," kata Guttmann.
Baca Juga: Konflik India Pakistan Diciptakan Menjadi Perang Abadi
Menurut Guttmann, operasi Mossad kemungkinan besar tidak akan mungkin dilakukan tanpa intelijen yang disediakan oleh badan intelijen Eropa.
"Saya tidak yakin operasi (pembunuhan) Israel akan mungkin dilakukan tanpa informasi taktis dari badan intelijen Eropa," katanya.
Target lainnya, Mahmoud al-Hamshari, perwakilan resmi Organisasi Pembebasan Palestina di Prancis, terbunuh di Paris pada bulan Desember 1972. Ia juga muncul dalam komunikasi Kilowatt, yang menggambarkannya sebagai tokoh diplomatik yang diduga membentuk sel-sel teror dan mengumpulkan dana untuk operasi. Jangkauan operasi Mossad meluas ke seluruh benua.
Otoritas Swiss memainkan peran penting dalam membantu pembunuhan seorang ahli logistik untuk BSO dan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) di Paris pada tahun 1973, menurut kabel tersebut.
Jaringan Kilowatt terbukti sangat efektif karena tingkat detailnya. "Banyak yang sangat terperinci, menghubungkan individu dengan serangan tertentu dan memberikan detail yang akan sangat membantu," kata Guttmann.
Baca Juga: Konflik India Pakistan Diciptakan Menjadi Perang Abadi
2. Pembunuhan di Luar Hukum
Saat Israel memburu orang-orang yang diduga terkait dengan Organisasi September Hitam dan kelompok Palestina lainnya, Kilowatt menjadi tulang punggung perburuan internasional yang mengaburkan batasan antara kerja sama keamanan dan pembunuhan di luar hukum.Menurut Guttmann, operasi Mossad kemungkinan besar tidak akan mungkin dilakukan tanpa intelijen yang disediakan oleh badan intelijen Eropa.
"Saya tidak yakin operasi (pembunuhan) Israel akan mungkin dilakukan tanpa informasi taktis dari badan intelijen Eropa," katanya.
3. Membunuh Orang Palestina
Salah satu yang pertama menjadi sasaran adalah Wael Zwaiter, seorang intelektual dan penerjemah Palestina yang bekerja di kedutaan Libya di Roma. Ia ditembak mati di lobi gedung apartemennya beberapa minggu setelah Munich. Sementara keluarga dan teman-temannya telah lama membantah adanya hubungan dengan militan, kabel Kilowatt mengungkapkan bahwa badan-badan Barat telah menuduh Zwaiter memberikan dukungan logistik kepada BSO.Target lainnya, Mahmoud al-Hamshari, perwakilan resmi Organisasi Pembebasan Palestina di Prancis, terbunuh di Paris pada bulan Desember 1972. Ia juga muncul dalam komunikasi Kilowatt, yang menggambarkannya sebagai tokoh diplomatik yang diduga membentuk sel-sel teror dan mengumpulkan dana untuk operasi. Jangkauan operasi Mossad meluas ke seluruh benua.
Otoritas Swiss memainkan peran penting dalam membantu pembunuhan seorang ahli logistik untuk BSO dan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) di Paris pada tahun 1973, menurut kabel tersebut.
Lihat Juga :