Jaringan Intelijen Barat Bantu Operasi Kilowatt Mossad di Eropa, Targetnya Membunuh Warga Palestina
Senin, 19 Mei 2025 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Pada bulan Juni 1973, seorang mantan pejuang perlawanan Aljazair dan sutradara teater, Mohamed Boudia diduga telah menjadi tokoh penting dalam PFLP dan BSO. Intelijen Swiss memberikan informasi penting untuk operasi tersebut, termasuk rincian mobil yang ditemukan selama penggerebekan di rumah persembunyian Jenewa.
Kabel tersebut juga mengungkap kesalahan besar. Badan intelijen Inggris MI5 memberi Mossad satu-satunya foto Ali Hassan Salameh yang diketahui, yang diduga sebagai dalang serangan Munich. Pada bulan Juli 1973, agen Israel menggunakan foto tersebut untuk mengidentifikasi seorang pria di Lillehammer, Norwegia—yang diyakini sebagai Salameh. Padahal, dia adalah seorang pelayan asal Maroko.
Namun, temuan Guttmann menunjukkan bahwa pembagian informasi intelijen terus berlanjut bahkan setelah tindakan Mossad diketahui secara luas.
"Pada awalnya, mungkin [pejabat Barat] tidak menyadari [pembunuhan itu]," katanya kepada The Guardian, "tetapi setelah itu ada banyak laporan pers dan bukti lain yang secara kuat menunjukkan apa yang dilakukan Israel."
Meskipun demikian, menurut Guttmann, badan-badan intelijen terus membantu, terkadang bahkan membagikan temuan investigasi mereka sendiri tentang pembunuhan itu dengan Mossad sendiri.
Kabel tersebut juga mengungkap kesalahan besar. Badan intelijen Inggris MI5 memberi Mossad satu-satunya foto Ali Hassan Salameh yang diketahui, yang diduga sebagai dalang serangan Munich. Pada bulan Juli 1973, agen Israel menggunakan foto tersebut untuk mengidentifikasi seorang pria di Lillehammer, Norwegia—yang diyakini sebagai Salameh. Padahal, dia adalah seorang pelayan asal Maroko.
4. Operasi Mossad Gagal
Operasi yang gagal—yang kemudian dikenal sebagai peristiwa Lillehammer—mengakibatkan beberapa pembunuhan massal. Agen-agen Mossad ditangkap dan menuai kecaman internasional. Menurut laporan, Perdana Menteri Israel Golda Meir kemudian memerintahkan penghentian kampanye Wrath of God.Namun, temuan Guttmann menunjukkan bahwa pembagian informasi intelijen terus berlanjut bahkan setelah tindakan Mossad diketahui secara luas.
"Pada awalnya, mungkin [pejabat Barat] tidak menyadari [pembunuhan itu]," katanya kepada The Guardian, "tetapi setelah itu ada banyak laporan pers dan bukti lain yang secara kuat menunjukkan apa yang dilakukan Israel."
Meskipun demikian, menurut Guttmann, badan-badan intelijen terus membantu, terkadang bahkan membagikan temuan investigasi mereka sendiri tentang pembunuhan itu dengan Mossad sendiri.
(ahm)
Lihat Juga :