Ketakutan Amerika atas Senjata Nuklir Orbital China, Ibarat Bom dari Langit

Jum'at, 16 Mei 2025 - 11:39 WIB
loading...
Ketakutan Amerika atas...
Amerika Serikat mengembangkan perisai rudal Golden Dome untuk mengatasi ketakutannya terhadap senjata nuklir orbital China. Foto/DIA
A A A
WASHINGTON - Di tengah perlombaan senjata global yang kian mengancam, Amerika Serikat (AS) kini menghadapi sebuah tantangan futuristik yang membuat para jenderal Pentagon gelisah: potensi serangan nuklir China dari angkasa.

Ancaman seperti itu bukan sekadar imajinasi fiksi ilmiah, tetapi lahir dari kemajuan teknologi militer China yang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir.

Pada 13 Mei lalu, Badan Intelijen Pertahanan (DIA) Amerika Serikat mengungkapkan kekhawatiran yang cukup mengejutkan, di mana China berpotensi memiliki puluhan rudal nuklir orbital yang siap meluncur dari luar angkasa menuju daratan AS.

“China dapat mengumpulkan puluhan rudal orbit dengan hulu ledak nuklir dalam sekitar sepuluh tahun,” bunyi laporan DIA yang dikutip Bloomberg.

Baca Juga: AS Kerahkan Kapal Selam Nuklir Bersenjata 154 Rudal Tomahawk untuk Gertak China

FOBS, Senjata Masa Depan yang Menghindari Radar


Ancaman yang ditakuti AS ini datang dari sistem yang dikenal dengan nama Fractional Orbital Bombardment System (FOBS). Sistem ini bukan sekadar pengembangan dari rudal balistik antarbenua (ICBM), tetapi sebuah terobosan dalam taktik serangan nuklir.

Rudal FOBS diluncurkan seperti ICBM, tetapi tidak langsung menuju target. Sebaliknya, ia memasuki orbit rendah bumi terlebih dahulu dan baru kemudian meluncur ke sasaran dari arah tak terduga—bahkan bisa dari Kutub Selatan, di mana sistem radar AS tidak siap siaga.

DIA telah menjelaskan dalam sebuah bagan yang dirilis bersamaan dengan pernyataan Gedung Putih terkait ancaman tersebut.

“FOBS adalah sebuah ICBM yang memasuki orbit rendah sebelum kembali ke atmosfer untuk menyerang targetnya, dengan waktu tempuh jauh lebih singkat dibanding ICBM biasa," bunyi pernyataan tersebut.

"Atau dapat melintasi Kutub Selatan untuk menghindari sistem peringatan dini dan pertahanan rudal. Rudal ini melepaskan muatannya sebelum menyelesaikan satu putaran penuh orbitnya.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Infografis
China Uji Coba Bom Hidrogen...
China Uji Coba Bom Hidrogen Hasilkan Suhu 1.000 Derajat Celsius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved