Iran Ajukan Usaha Nuklir Patungan dengan AS dan Negara-negara Arab
Kamis, 15 Mei 2025 - 19:15 WIB
loading...
Sentrifugal di fasilitas nuklir di Natanz, Iran. Foto/irna
A
A
A
TEHERAN - Iran mengusulkan pembentukan usaha pengayaan nuklir patungan dengan investasi negara-negara Arab dan Amerika Serikat (AS).
The New York Times melaporkan hal itu pada hari Selasa (13/5/2025), mengutip empat pejabat Iran yang mengetahui masalah tersebut.
Rencana tersebut, yang dilaporkan diajukan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi selama pertemuan dengan utusan Amerika Steve Witkoff di Oman pada hari Minggu, dimaksudkan sebagai alternatif terhadap tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Teheran membongkar sepenuhnya fasilitas nuklirnya.
Juru bicara Witkoff, Eddie Vasquez, membantah laporan tersebut, mengatakan kepada NYT bahwa, “Usaha patungan tidak pernah digulirkan atau didiskusikan."
AS dan Iran tidak memiliki hubungan diplomatik formal sejak tahun 1980.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kembali pekan ini bahwa tuntutan untuk penutupan total program nuklir negara itu "tidak dapat diterima."
“Dari sudut pandang kami, pengayaan (uranium) adalah sesuatu yang mutlak harus dilanjutkan, dan tidak ada ruang untuk kompromi mengenai hal itu,” tegas Araghchi awal bulan ini.
The New York Times melaporkan hal itu pada hari Selasa (13/5/2025), mengutip empat pejabat Iran yang mengetahui masalah tersebut.
Rencana tersebut, yang dilaporkan diajukan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi selama pertemuan dengan utusan Amerika Steve Witkoff di Oman pada hari Minggu, dimaksudkan sebagai alternatif terhadap tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Teheran membongkar sepenuhnya fasilitas nuklirnya.
Juru bicara Witkoff, Eddie Vasquez, membantah laporan tersebut, mengatakan kepada NYT bahwa, “Usaha patungan tidak pernah digulirkan atau didiskusikan."
AS dan Iran tidak memiliki hubungan diplomatik formal sejak tahun 1980.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kembali pekan ini bahwa tuntutan untuk penutupan total program nuklir negara itu "tidak dapat diterima."
“Dari sudut pandang kami, pengayaan (uranium) adalah sesuatu yang mutlak harus dilanjutkan, dan tidak ada ruang untuk kompromi mengenai hal itu,” tegas Araghchi awal bulan ini.
Lihat Juga :