Apa Motif Qatar Berikan Hadiah Pesawat Mewah Rp6,6 Triliun pada Donald Trump? Ini Jawaban PM Al-Thani

Kamis, 15 Mei 2025 - 15:29 WIB
loading...
Apa Motif Qatar Berikan...
PM Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani angkat bicara soal tawaran menyumbangkan jet mewah ke Amerika Serikat. Foto/areoflap
A A A
DOHA - Keluarga Kerajaan Qatar dilaporkan akan memberikan hadiah pesawat supermewah Boeing 747-8 senilai sekitar USD400 juta atau lebih dari Rp6,6 triliun kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Apa motifnya?

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa dia akan menjadi "bodoh" jika tidak menerima hadiah seperti itu.

Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani mengatakan tawaran Qatar untuk menyumbangkan jet mewah ke Amerika Serikat bukanlah hadiah pribadi untuk Presiden Donald Trump, melainkan "transaksi antarpemerintah".

Baca Juga: Begini Spesifikasi Boeing 747-8, Hadiah Pesawat Supermewah Qatar untuk Donald Trump

Trump, yang perjalanannya ke Timur Tengah termasuk singgah di Qatar, telah menghadapi kegemparan di dalam negeri sejak laporan pers mengungkapkan bahwa dia mempertimbangkan untuk menggunakan jet itu sebagai Air Force One--dan berpotensi akan terus menggunakannya setelah meninggalkan jabatan.

PM Al-Thani meremehkan kegaduhan tersebut, mengatakan kepada CNN dalam sebuah wawancara hari Rabu (14/5/2025) bahwa dia tidak tahu mengapa hal itu menjadi berita besar.

"Itu adalah transaksi antarpemerintah. Itu tidak ada hubungannya dengan personel, baik di pihak AS atau di pihak Qatar, itu adalah Kementerian Pertahanan dan Departemen Pertahanan," katanya, menggemakan reaksi Gedung Putih terhadap reaksi keras tersebut.

Dia juga menepis tuduhan bahwa Qatar menggunakan hadiah itu sebagai cara untuk memengaruhi Trump, dengan mengatakan bahwa Qatar lebih mencoba membantu memecahkan masalah sekutunya di AS.

"Qatar selalu menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi AS, selalu siap membantu dan mendukung AS, karena kami percaya bahwa persahabatan ini harus saling menguntungkan bagi kedua negara, tidak bisa menjadi hubungan satu arah," kata Al-Thani.

Dia menambahkan bahwa bagaimanapun juga, tawaran itu "masih dalam peninjauan hukum".

Trump telah berulang kali mengeluhkan penundaan dan pembengkakan biaya dalam kontrak raksasa kedirgantaraan Boeing untuk menyediakan dua jet Air Force One baru guna menggantikan model lama yang ada saat ini.

Saat ditanyai wartawan pada hari Senin, Trump dengan marah membela tawaran Qatar, dengan mengatakan bahwa dia akan menjadi "bodoh" jika tidak menerima hadiah seperti itu.

Namun, rencana tersebut telah menimbulkan pertanyaan etika yang besar, karena Konstitusi AS melarang pejabat pemerintah menerima hadiah "dari raja, pangeran, atau negara asing mana pun."

Hal itu juga telah menimbulkan kekhawatiran keamanan yang mendalam tentang penggunaan pesawat yang disumbangkan oleh kekuatan asing untuk digunakan sebagai Air Force One yang sangat sensitif. Jet tersebut dirancang untuk berfungsi sebagai pusat komando mobile bagi presiden jika terjadi serangan terhadap Amerika.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Kecam Netanyahu, Mantan...
Kecam Netanyahu, Mantan Kepala Staf IDF: Dia Bikin Israel Kehilangan Arah!
Rekomendasi
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
RCTI Rilis Sinetron...
RCTI Rilis Sinetron 'Terlanjur Mencintaimu', Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Siap Bikin Baper
Berita Terkini
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Infografis
Ulang Tahun Ke-23, Al...
Ulang Tahun Ke-23, Al Ghazali Dapat Hadiah Jam Tangan Mewah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved