Jet Tempur NATO Rutin Simulasi Serangan Rudal terhadap Rusia
Senin, 07 September 2020 - 15:23 WIB
loading...
Sepasang pesawat pembom B-52 Angkatan Udara Amerika Serikat. Foto/REUTERS/US Air Force
A
A
A
MOSKOW - Pesawat-pesawat militer serta jet tempur Angkatan Udara Amnerika Serikat (AS) dan NATO tidak hanya meningkatkan aktivitas pengawasan mereka di sepanjang perbatasan Rusia. Mereka sekarang juga semakin rutin mensimulasikan serangan rudal terhadap negara itu.
Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengungkap sepak terjang militer NATO tersebut dalam wawancara stasiun televisi Rusia pada hari Minggu, yang dilansir Russia Today, Senin (7/9/2020). (Baca: Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X Korsel, Indonesia Nunggak Rp6,2 Triliun )
Shoigu mencatat peningkatan tajam dalam pengawasan asing dan penerbangan pelatihan yang menguji perbatasan dan pertahanan udara negaranya.
Bulan lalu, aktivitas semacam itu meningkat sekitar 30 persen dibandingkan Agustus lalu. Selain itu, kata Shoigu, pesawat-pesawat NATO telah secara aktif berlatih untuk melakukan serangan udara, dan secara rutin melakukan simulasi serangan rudal terhadap target di dalam negeri Rusia.
"Yang paling mengkhawatirkan adalah jika sebelumnya—meskipun tidak sesering itu—hanya ada pesawat pengintai, mereka sekarang telah memulai penerbangan pelatihan reguler dengan sejumlah besar pesawat, di mana simulasi serangan rudal dilakukan," kata Shoigu. (Baca: Jet Tempur Rusia Cegat Pembom B-52 AS dalam Jarak 30 Meter, Pentagon Marah )
Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengungkap sepak terjang militer NATO tersebut dalam wawancara stasiun televisi Rusia pada hari Minggu, yang dilansir Russia Today, Senin (7/9/2020). (Baca: Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X Korsel, Indonesia Nunggak Rp6,2 Triliun )
Shoigu mencatat peningkatan tajam dalam pengawasan asing dan penerbangan pelatihan yang menguji perbatasan dan pertahanan udara negaranya.
Bulan lalu, aktivitas semacam itu meningkat sekitar 30 persen dibandingkan Agustus lalu. Selain itu, kata Shoigu, pesawat-pesawat NATO telah secara aktif berlatih untuk melakukan serangan udara, dan secara rutin melakukan simulasi serangan rudal terhadap target di dalam negeri Rusia.
"Yang paling mengkhawatirkan adalah jika sebelumnya—meskipun tidak sesering itu—hanya ada pesawat pengintai, mereka sekarang telah memulai penerbangan pelatihan reguler dengan sejumlah besar pesawat, di mana simulasi serangan rudal dilakukan," kata Shoigu. (Baca: Jet Tempur Rusia Cegat Pembom B-52 AS dalam Jarak 30 Meter, Pentagon Marah )
Lihat Juga :