Jenderal Chaudhry: Pakistan Serang 26 Target Militer India

Senin, 12 Mei 2025 - 07:34 WIB
loading...
Jenderal Chaudhry: Pakistan...
Juru bicara militer Pakistan Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry umumkan serangan militer negaranya telah menghantam 26 target militer dan fasilitas di India. Foto/Screenshot YouTube Business Recorder
A A A
ISLAMABAD - Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, Direktur Jenderal Hubungan Masyarakat Antar-Layanan (DG ISPR) Pakistan, mengumumkan pasukan negaranya telah menyerang 26 target militer dan fasilitas di India selama pertempuran pekan lalu.

Puluhan target tersebut, kata dia, terlibat dalam mengobarkan terorisme di Pakistan.

“Target tersebut termasuk pangkalan Angkatan Udara dan penerbangan di Suratgarh, Sirsa, Adampur, Bhooj, Nalia, Bathinda, Barnala, Halwara, Avantipura, Srinagar, Jammu, Mamoon, Ambala, Udampur, dan Pathankot— yang semuanya mengalami kerusakan besar," katanya, seperti dikutip dari surat kabar Dawn, Senin (12/5/2025).

Baca Juga: Ini Jawaban Resmi Militer India soal Klaim Jet Tempur Rafale-nya Ditembak Jatuh J-10 Pakistan

Jenderal Chaudhry menambahkan bahwa fasilitas misil BrahMos, yang telah menembakkan rudal ke Pakistan dan menewaskan warga sipil tak bersalah, juga hancur.

Terorisme Tak Ada Hubungannya dengan Islam dan Pakistan


Jenderal tersebut mengatakan Pakistan terus menderita momok terorisme, sementara India adalah pihak yang mensponsori dan mendukungnya.

Juru bicara militer Pakistan menekankan perlunya persatuan nasional, dengan menyatakan bahwa negaranya selalu berdiri kokoh seperti tembok baja dalam menghadapi ancaman dan harus terus melakukannya.

“Tembok baja ini juga akan menghancurkan terorisme. Negara Pakistan, dengan dukungan rakyatnya, tengah melakukannya. Kami memiliki 14 poin Rencana Aksi Nasional, kami harus melaksanakannya secara menyeluruh,” paparnya.

“Terorisme tidak akan hilang hanya dengan berunding dengan India. Kami tidak mencari ke luar, kami tidak memohon siapa pun untuk berhenti melakukan ini. Strategi kami bukanlah harapan. Kami adalah bangsa yang bangga dan kami akan menghabisi terorisme ini. Tidak boleh ada keraguan," imbuh dia.

Menanggapi pertanyaan lain tentang terorisme, DG ISPR mengatakan, “Kami akan menaklukkan terorisme. Kami berada di jalan yang benar, ideologi mereka [teroris] menyimpang. Itu tidak ada hubungannya dengan Islam, atau kemanusiaan atau Pakistan. Membunuh orang tak berdosa, bom bunuh diri, meledakkan masjid, bagaimana ini berhubungan dengan Islam atau kemanusiaan?”

Menurutnya, Pakistan memiliki tentara yang tangguh dalam pertempuran. “Yang kami butuhkan hanyalah bersatu seperti yang telah kita lakukan bersama, dan bangsa ini, demi kelangsungan hidup dan kemakmurannya, bersatu,” tegasnya.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa meskipun ada upaya untuk mengurangi kepercayaan pada lembaga, bangsa Pakistan bersatu selama masa krisis.

“Negara itu seperti seorang ibu. Kita semua dibesarkan di bawah asuhannya, sebagian lebih, sebagian kurang. Ada perbedaan, tetapi itu tidak membuat kita mulai saling bertarung. Persatuan dan tekad kita telah diperkuat," paparnya.

Lebih lanjut, DG ISPR memperingatkan orang-orang agar tidak mempercayai semua yang diproyeksikan di media dan media sosial terkait dengan konflik India-Pakistan.

“Jika kita mengikuti perilaku media dalam konflik ini, maka ada 15 serangan yang dilakukan Pakistan, Karachi dibakar, Quetta hilang dan Tuhan tahu apa yang terjadi. Ada seorang pilot wanita dalam tahanan kita. Mari kita coba dan berpegang pada fakta,” katanya.

Pernyataan jenderal Pakistan ini berbeda dengan klaim militer India bahwa semua pilot jet tempurnya telah pulang ke rumah setelah menjalankan misi Operasi Sindoor, yang menurut mereka, telah tercapai.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved