Baru Beberapa Jam Gencatan Senjata, Perang Pakistan dan India Kembali Pecah

Minggu, 11 Mei 2025 - 04:05 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pasukannya "menciptakan sejarah militer" dalam pertempuran mereka melawan India setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan gencatan senjata pada hari Sabtu.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Sabtu malam waktu setempat, pemimpin tersebut tidak menanggapi laporan ledakan di Kashmir atau menanggapi tuduhan dari menteri luar negeri India, yang menuduh Pakistan melanggar gencatan senjata yang baru saja disepakati.

Sebaliknya, ia berfokus pada pujian atas respons militer Pakistan dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada sekutu negaranya.

"Dalam beberapa hari terakhir, apa yang dilakukan musuh sungguh memalukan dan pengecut. Tentara kita yang pemberani dengan cara yang spektakuler telah menciptakan sejarah militer," kata Sharif, seraya menambahkan, "Dalam beberapa jam, jet tempur kita membungkam senjata India dengan cara yang tidak akan segera dilupakan oleh sejarah."

Sharif berterima kasih kepada Presiden AS Donald Trump karena telah memediasi perundingan gencatan senjata, setelah sehari sebelumnya Islamabad dan New Delhi berbeda pendapat dalam menjelaskan pentingnya peran Washington dalam mengamankan gencatan senjata.

Sharif juga berterima kasih kepada para pemimpin Tiongkok, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, Qatar, dan Inggris atas upaya mereka dalam membantu mewujudkan gencatan senjata.

“Pasukan kami telah diberi penghargaan dengan kehormatan dan kebanggaan yang luar biasa,” kata Sharif saat mengucapkan terima kasih kepada pimpinan militer Pakistan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Berita Terkini
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved