Nama Operasi Bunyan Marsoos Terinspirasi dari Alquran Surat As-Shaff Ayat 4
Sabtu, 10 Mei 2025 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Eskalasi besar-besaran tersebut terjadi setelah India menyerang kamp-kamp pejuan di Pakistan dan Kashmir yang diduduki Pakistan (POK) sebagai bagian dari Operasi Sindoor setelah serangan teroris Pahalgam pada 22 April yang menewaskan 26 warga sipil.
Baca Juga: India Tak Berdaya! Pakistan Lancarkan Serangan Siber yang Mengakibatkan Pemadaman Listrik Besar-besaran
Penggunaan ayat Al-Quran juga bisa menjadi bagian dari pola yang memberikan serangan bernada keagamaan.
Di Pahalgam pada 22 April, pejuang Pakistan dan yang dilatih di Pakistan meminta para turis untuk membaca kalma untuk mengidentifikasi non-Muslim, dan menembak mati mereka dari jarak dekat di depan anggota keluarga mereka.
"Para leluhur kami percaya bahwa kami berbeda dari umat Hindu dalam setiap aspek kehidupan. Agama kami berbeda. Adat istiadat kami berbeda... Itulah dasar Teori Dua Negara," kata Jenderal Munir pada 16 April.
2. Fokus pada Pertahanan
Namun, apa yang diungkapkan Pakistan dengan nama Bunyan Marsoos adalah bahwa Pakistan berada dalam posisi bertahan setelah India tidak hanya menangkis serangannya, tetapi juga menyerang balik, menghantam empat pangkalan udara militernya, termasuk yang penting di Rawalpindi.Baca Juga: India Tak Berdaya! Pakistan Lancarkan Serangan Siber yang Mengakibatkan Pemadaman Listrik Besar-besaran
3. Pertama Kali Menyerang Provinsi Punjab
Ini adalah pertama kalinya sejak Perang 1971 India menyerang target di provinsi Punjab, jauh di wilayah Pakistan. Kamp teror di Punjab Pakistan berjarak 100 km dari perbatasan.Penggunaan ayat Al-Quran juga bisa menjadi bagian dari pola yang memberikan serangan bernada keagamaan.
Di Pahalgam pada 22 April, pejuang Pakistan dan yang dilatih di Pakistan meminta para turis untuk membaca kalma untuk mengidentifikasi non-Muslim, dan menembak mati mereka dari jarak dekat di depan anggota keluarga mereka.
4. Menonjolkan Perbedaan dengan India
Kesamaan dalam serangan itu juga muncul setelah Jenderal Asim Munir bersiul-siul."Para leluhur kami percaya bahwa kami berbeda dari umat Hindu dalam setiap aspek kehidupan. Agama kami berbeda. Adat istiadat kami berbeda... Itulah dasar Teori Dua Negara," kata Jenderal Munir pada 16 April.
Lihat Juga :