Mungkinkah India dan Pakistan Gunakan Senjata Nuklir Sekarang? Ini Doktrin Mereka

Sabtu, 10 Mei 2025 - 13:00 WIB
loading...
A A A
Dalam beberapa hari, Pakistan meluncurkan serangkaian enam uji coba nuklir dan secara resmi juga menjadi negara bersenjata nuklir.

Sejak saat itu, masing-masing pihak berlomba-lomba membangun persenjataan dan stok nuklir yang lebih besar dari yang lain, proyek yang telah menghabiskan biaya miliaran dolar.

India saat ini diperkirakan memiliki lebih dari 180 hulu ledak nuklir. Negara itu telah mengembangkan rudal jarak jauh dan rudal darat bergerak yang mampu mengirimkannya, dan bekerja sama dengan Rusia untuk membangun rudal kapal dan kapal selam, menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS).

Sementara itu, persenjataan Pakistan terdiri dari lebih dari 170 hulu ledak. Negara itu menikmati dukungan teknologi dari sekutu regionalnya, China, dan stoknya terutama mencakup rudal balistik jarak pendek dan menengah bergerak, dengan jangkauan yang cukup untuk mencapai wilayah India.

Bagaimana Kebijakan Nuklir India?


Minat India terhadap tenaga nuklir awalnya dipicu dan diperluas di bawah perdana menteri pertamanya, Jawaharlal Nehru, yang ingin menggunakannya untuk meningkatkan pembangkit energi.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, negara tersebut telah memperkuat status tenaga nuklirnya untuk mencegah negara tetangganya, China dan Pakistan, atas sengketa wilayah.

Doktrin nuklir pertama dan satu-satunya di New Delhi diterbitkan pada tahun 2003 dan belum direvisi secara resmi.

Perancang doktrin tersebut, mendiang analis strategis K Subrahmanyam, bapak Menteri luar negeri India saat ini, S Jaishankar.

Hanya perdana menteri, sebagai kepala dewan politik Otoritas Komando Nuklir, yang dapat mengizinkan serangan nuklir.

Doktrin nuklir India dibangun berdasarkan empat prinsip:


Tidak Menggunakan Senjata Pertama (NFU): Prinsip ini berarti India tidak akan menjadi yang pertama meluncurkan serangan nuklir terhadap musuh-musuhnya.

India hanya akan membalas dengan senjata nuklir jika menjadi yang pertama terkena serangan nuklir.

Doktrin India menyatakan India dapat melancarkan serangan balasan terhadap serangan yang dilakukan di wilayah India atau jika senjata nuklir digunakan terhadap pasukannya di wilayah asing.

India juga berkomitmen tidak menggunakan senjata nuklir terhadap negara-negara non-nuklir.

Penangkalan Minimum yang Kredibel: Sikap nuklir India berpusat pada pencegahan yaitu, persenjataan nuklirnya terutama dimaksudkan untuk mencegah negara-negara lain melancarkan serangan nuklir terhadap negara tersebut.

India menyatakan persenjataan nuklirnya adalah asuransi terhadap serangan semacam itu.

Itulah salah satu alasan mengapa New Delhi tidak menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), karena perjanjian itu mengharuskan semua negara melucuti senjata secara seragam sebelum negara itu melakukan hal yang sama.

Pembalasan Besar-besaran: Pembalasan India terhadap serangan pertama dari agresor akan diperhitungkan untuk menimbulkan kehancuran dan kerusakan sedemikian rupa sehingga kemampuan militer musuh akan musnah.

Pengecualian untuk senjata biologis atau kimia: Sebagai pengecualian terhadap NFU, India akan menggunakan senjata nuklir terhadap negara mana pun yang menargetkan negara tersebut atau pasukan militernya di luar negeri dengan senjata biologis atau kimia, menurut doktrin tersebut.

Apa Kebijakan Nuklir Pakistan?


Ambiguitas Strategis: Pakistan tidak pernah secara resmi merilis pernyataan kebijakan komprehensif tentang penggunaan senjata nuklirnya, yang memberinya fleksibilitas untuk berpotensi menggunakan senjata nuklir pada tahap apa pun dalam konflik, seperti yang telah diancamkan sebelumnya.

Para ahli secara luas meyakini bahwa sejak awal, ketidakterbukaan Islamabad bersifat strategis dan dimaksudkan sebagai tindakan pencegahan terhadap kekuatan militer konvensional India yang unggul, bukan hanya terhadap kekuatan nuklir India.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved