Turki Dukung Pakistan, Israel Dukung India, Negara-negara Teluk Ingin Mediasi
Sabtu, 10 Mei 2025 - 06:42 WIB
loading...
A
A
A
Ada 2 Pengecualian Penting: Israel dan Turki.
Israel sangat mendukung India setelah serangan awal pada bulan April, dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjanji, "Israel mendukung India dalam perang melawan terorisme."
Duta Besar Israel untuk India, Reuven Azar, menyatakan "Israel mendukung hak India untuk membela diri" setelah serangan India terhadap Pakistan pada hari Rabu.
India dan Israel memiliki hubungan militer yang luas.
Militer Pakistan mengatakan telah menembak jatuh 25 pesawat nirawak Harop buatan Israel yang diluncurkan India ke Pakistan pada hari Kamis.
Satu sumber pemerintah India mengonfirmasi kepada MEE bahwa satu pesawat nirawak Israel telah ditembak jatuh oleh Pakistan.
Sementara itu, Turki secara eksplisit mendukung Pakistan pada hari Rabu dan mengutuk India karena mengambil "langkah-langkah provokatif" terhadap negara tersebut dan warga sipilnya.
Kementerian Luar Negeri Turki bahkan menuduh India "menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil".
Pada hari Kamis, Presiden Recep Tayyip Erdogan mendukung seruan Pakistan untuk penyelidikan "netral" atas serangan bulan April terhadap wisatawan India, seruan yang ditolak India.
Seperti India dan Israel, Pakistan dan Turki memiliki hubungan militer yang kuat. Satu pesawat C-130 Angkatan Udara Turki mendarat di Pakistan awal pekan ini, yang menurut Ankara hanya untuk mengisi bahan bakar.
Satu kapal perang angkatan laut Turki juga tiba di pelabuhan Karachi akhir pekan lalu, yang menurut Ankara merupakan isyarat niat baik.
Pada hari Jumat, militer India mengklaim 300 hingga 400 pesawat nirawak Turki digunakan untuk menyerang kota-kota India pada hari Kamis, klaim yang dibantah Pakistan.
“Analisis forensik awal dari pesawat nirawak yang jatuh menunjukkan itu adalah pesawat nirawak Asisguard Songar buatan Turki,” ungkap seorang juru bicara militer India.
Armada pesawat nirawak Pakistan diketahui mencakup model dari Turki, serta China dan produsen dalam negeri.
Pakistan telah memperingatkan akan menyerang India pada waktu yang dipilihnya dan kemungkinan besar pesawat nirawak buatan Turki akan digunakan.
Sementara itu, negara-negara lain di kawasan tersebut dengan cermat menghindari kesan memihak.
Keengganan AS untuk mengambil peran mediasi utama antara India dan Pakistan telah membuat Arab Saudi menjadi pusat perhatian.
Dalam konteks inilah Jubeir, menteri luar negeri kerajaan, telah pergi ke India dan kemudian ke Pakistan.
Israel sangat mendukung India setelah serangan awal pada bulan April, dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjanji, "Israel mendukung India dalam perang melawan terorisme."
Duta Besar Israel untuk India, Reuven Azar, menyatakan "Israel mendukung hak India untuk membela diri" setelah serangan India terhadap Pakistan pada hari Rabu.
India dan Israel memiliki hubungan militer yang luas.
Militer Pakistan mengatakan telah menembak jatuh 25 pesawat nirawak Harop buatan Israel yang diluncurkan India ke Pakistan pada hari Kamis.
Satu sumber pemerintah India mengonfirmasi kepada MEE bahwa satu pesawat nirawak Israel telah ditembak jatuh oleh Pakistan.
Sementara itu, Turki secara eksplisit mendukung Pakistan pada hari Rabu dan mengutuk India karena mengambil "langkah-langkah provokatif" terhadap negara tersebut dan warga sipilnya.
Kementerian Luar Negeri Turki bahkan menuduh India "menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil".
Pada hari Kamis, Presiden Recep Tayyip Erdogan mendukung seruan Pakistan untuk penyelidikan "netral" atas serangan bulan April terhadap wisatawan India, seruan yang ditolak India.
Seperti India dan Israel, Pakistan dan Turki memiliki hubungan militer yang kuat. Satu pesawat C-130 Angkatan Udara Turki mendarat di Pakistan awal pekan ini, yang menurut Ankara hanya untuk mengisi bahan bakar.
Satu kapal perang angkatan laut Turki juga tiba di pelabuhan Karachi akhir pekan lalu, yang menurut Ankara merupakan isyarat niat baik.
Pada hari Jumat, militer India mengklaim 300 hingga 400 pesawat nirawak Turki digunakan untuk menyerang kota-kota India pada hari Kamis, klaim yang dibantah Pakistan.
“Analisis forensik awal dari pesawat nirawak yang jatuh menunjukkan itu adalah pesawat nirawak Asisguard Songar buatan Turki,” ungkap seorang juru bicara militer India.
Armada pesawat nirawak Pakistan diketahui mencakup model dari Turki, serta China dan produsen dalam negeri.
Pakistan telah memperingatkan akan menyerang India pada waktu yang dipilihnya dan kemungkinan besar pesawat nirawak buatan Turki akan digunakan.
Arab Saudi sebagai Mediator
Sementara itu, negara-negara lain di kawasan tersebut dengan cermat menghindari kesan memihak.
Keengganan AS untuk mengambil peran mediasi utama antara India dan Pakistan telah membuat Arab Saudi menjadi pusat perhatian.
Dalam konteks inilah Jubeir, menteri luar negeri kerajaan, telah pergi ke India dan kemudian ke Pakistan.
Lihat Juga :