Turki Dukung Pakistan, Israel Dukung India, Negara-negara Teluk Ingin Mediasi

Sabtu, 10 Mei 2025 - 06:42 WIB
loading...
A A A
Seorang sumber senior pemerintah Pakistan mengatakan kepada CNN pada hari Jumat bahwa "Pakistan memberi ruang bagi diplomasi" dengan menunda serangan terhadap India.

Uni Emirat Arab dan Qatar juga mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri.

Juru bicara urusan luar negeri India mengatakan pada hari Rabu bahwa Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani telah "menyatakan dukungan penuh dalam perang India melawan terorisme dan semua tindakannya untuk membawa para pelaku ke pengadilan".

Namun, dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Qatar menyerukan "penyelesaian krisis melalui jalur diplomatik" dan menekankan, "Kebutuhan mendesak untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka antara India dan Pakistan."

Monarki Teluk memiliki hubungan ekonomi yang kuat dengan India dan merupakan rumah bagi komunitas migran Asia Selatan yang besar.

Karena itu, mereka memiliki kepentingan pribadi untuk melihat ketegangan mereda di Asia Selatan.

Kekuatan regional lainnya juga memiliki kepentingan yang sama, termasuk Iran, yang berbatasan dengan Pakistan tetapi memiliki hubungan yang lebih hangat dengan India.

Awal pekan ini, menteri luar negeri Iran mengunjungi Islamabad dan New Delhi untuk menawarkan bantuan Iran dalam upaya de-eskalasi. OKI mendukung seruan Pakistan untuk plebisit

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang terdiri dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, telah mendesak de-eskalasi tetapi mendukung posisi Pakistan terkait Kashmir.

Setelah serangan India terhadap Pakistan pada hari Rabu, OKI mengeluarkan pernyataan yang menyatakan "keprihatinan mendalam atas memburuknya lingkungan keamanan di Asia Selatan" dan menyebut tuduhan India terhadap Pakistan "tidak berdasar".

Yang penting, OKI mengatakan perselisihan yang belum terselesaikan atas Kashmir merupakan inti dari masalah tersebut.

Konflik atas bekas negara kerajaan yang terbagi tersebut telah menyebabkan tiga perang antara India dan Pakistan. Kedua negara saling menuduh pihak lain menduduki wilayah tersebut.

India saat ini mengklaim wilayah tersebut sebagai "bagian integral" dari kedaulatannya, sementara Pakistan menyerukan plebisit, termasuk di Kashmir yang dikuasai Pakistan, untuk memberikan hak kepada warga Kashmir untuk menentukan nasib sendiri.

OKI mendukung posisi Pakistan dengan menyatakan, “Warga Kashmir terus ditolak haknya yang tidak dapat dicabut untuk menentukan nasib sendiri."

India membalas dengan marah, dengan juru bicara pemerintah mengatakan, “Itu adalah upaya lain oleh Pakistan, negara yang telah lama terlibat dalam terorisme lintas batas, untuk memanipulasi dan menyesatkan OKI agar mengeluarkan pernyataan yang menguntungkan diri sendiri."

Baca juga: Apakah Israel Mendukung India dalam Perang Melawan Pakistan?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved