Spesifikasi Jet Tempur Rafale yang Dipakai India Bombardir Pakistan Lalu Ditembak Jatuh
Kamis, 08 Mei 2025 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Rafale pertama kali terbang pada tahun 1986 sebagai bagian dari program pengembangan pesawat tempur baru yang menggantikan beberapa jenis pesawat lama di Angkatan Udara dan Angkatan Laut Prancis.
Produksi aktifnya dimulai pada tahun 2001, dan sejak saat itu, jet ini terus disempurnakan untuk mengikuti perkembangan teknologi militer modern.
Jet ini hadir dalam beberapa varian utama: Rafale B (versi tandem dua kursi untuk Angkatan Udara), Rafale C (versi kursi tunggal untuk Angkatan Udara), dan Rafale M (versi berbasis kapal induk untuk Angkatan Laut).
Ketiga varian tersebut memiliki kemampuan tempur yang hampir identik, dengan perbedaan pada sistem operasional dan kebutuhan struktural.
Dari sisi dapur pacu, Rafale ditenagai oleh dua mesin turbofan Snecma M88 yang mampu menghasilkan kecepatan maksimum Mach 1.8 (sekitar 2.222 km/jam) dan jangkauan hingga 3.700 km dengan tangki bahan bakar eksternal.
Desainnya yang ramping dan penggunaan teknologi fly-by-wire memberikan kelincahan luar biasa dalam pertempuran udara.
Rafale juga memiliki sistem avionik canggih yang mencakup radar AESA Thales RBE2, sensor elektro-optik OSF (Optronique Secteur Frontal), dan sistem peperangan elektronik SPECTRA.
Produksi aktifnya dimulai pada tahun 2001, dan sejak saat itu, jet ini terus disempurnakan untuk mengikuti perkembangan teknologi militer modern.
Jet ini hadir dalam beberapa varian utama: Rafale B (versi tandem dua kursi untuk Angkatan Udara), Rafale C (versi kursi tunggal untuk Angkatan Udara), dan Rafale M (versi berbasis kapal induk untuk Angkatan Laut).
Ketiga varian tersebut memiliki kemampuan tempur yang hampir identik, dengan perbedaan pada sistem operasional dan kebutuhan struktural.
Dari sisi dapur pacu, Rafale ditenagai oleh dua mesin turbofan Snecma M88 yang mampu menghasilkan kecepatan maksimum Mach 1.8 (sekitar 2.222 km/jam) dan jangkauan hingga 3.700 km dengan tangki bahan bakar eksternal.
Desainnya yang ramping dan penggunaan teknologi fly-by-wire memberikan kelincahan luar biasa dalam pertempuran udara.
Rafale juga memiliki sistem avionik canggih yang mencakup radar AESA Thales RBE2, sensor elektro-optik OSF (Optronique Secteur Frontal), dan sistem peperangan elektronik SPECTRA.
Lihat Juga :