Pesawat J-10 China Jagoan Pakistan saat Tembak Jatuh 5 Jet Tempur India
Kamis, 08 Mei 2025 - 10:58 WIB
loading...
A
A
A
Dalam waktu bersamaan, militer India menuding Pakistan berada di balik serangan teror yang menewaskan 26 turis Hindu di Pahalgam, wilayah Kashmir yang dikendalikan India, pada 22 April lalu.
Sebagai balasan, India meluncurkan serangan udara dan rudal ke wilayah Pakistan, yang menurut Islamabad telah menewaskan 31 warga sipil dan melukai 57 lainnya pada Selasa malam hingga Rabu dini hari kemarin.
Di tengah panasnya konflik, India menyatakan bahwa mereka hanya menjalankan hak untuk menyerang dan mencegah serangan lebih lanjut, dan menolak tuduhan sebagai pihak pemicu.
Sementara itu, gambar-gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan serpihan jet yang diyakini sebagai bagian dari Rafale milik India—termasuk fin ekor dan rudder dengan nomor seri BS-001— tergeletak di sawah dekat perbatasan.
Namun para analis internasional mengingatkan agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. “Perlu investigasi independen yang transparan,” kata Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dalam analisisnya.
Sementara itu, pihak Prancis, termasuk pabrikan Dassault Aviation, belum memberikan komentar resmi. Namun laporan menyebutkan bahwa pemerintah Prancis telah menjalin komunikasi darurat dengan otoritas pertahanan India.
Sebagai balasan, India meluncurkan serangan udara dan rudal ke wilayah Pakistan, yang menurut Islamabad telah menewaskan 31 warga sipil dan melukai 57 lainnya pada Selasa malam hingga Rabu dini hari kemarin.
Di tengah panasnya konflik, India menyatakan bahwa mereka hanya menjalankan hak untuk menyerang dan mencegah serangan lebih lanjut, dan menolak tuduhan sebagai pihak pemicu.
Sementara itu, gambar-gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan serpihan jet yang diyakini sebagai bagian dari Rafale milik India—termasuk fin ekor dan rudder dengan nomor seri BS-001— tergeletak di sawah dekat perbatasan.
Namun para analis internasional mengingatkan agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. “Perlu investigasi independen yang transparan,” kata Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dalam analisisnya.
Sementara itu, pihak Prancis, termasuk pabrikan Dassault Aviation, belum memberikan komentar resmi. Namun laporan menyebutkan bahwa pemerintah Prancis telah menjalin komunikasi darurat dengan otoritas pertahanan India.
(mas)
Lihat Juga :