Jet Tempur J-36 China Diklaim Mampu Pecundangi Pesawat Pengebom Siluman B-21 AS
Selasa, 06 Mei 2025 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Namun, menurut majalah militer Shipborne Weapons, B-21 sendiri merupakan ancaman bagi China, dan bahkan armada besar jet tempur siluman generasi kelima J-20 milik PLA yang masih aktif tidak dapat mengatasinya.
B-21 Raider, yang dikembangkan oleh Northrop Grumman, digambarkan sebagai pesawat pengebom generasi keenam pertama di dunia.
Penerbangan perdananya dilakukan pada bulan November 2023. Angkatan Udara AS bermaksud untuk mendapatkan setidaknya 100 B-21 Raider.
B-21 Raider juga telah meningkatkan pengujian penerbangannya akhir-akhir ini. Pada bulan Maret, presiden divisi aeronautika Northrop Grumman, Tom Jones, mengumumkan bahwa B-21 tengah melakukan uji terbang setidaknya dua kali seminggu di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California.
“B-21 mampu menempuh jarak lebih dari 2.000 km dari Guam untuk menjalankan misi ‘menjelajah udara dengan superioritas’ selama beberapa jam di sekitar gugus pulau pertama, yang berjarak antara 800 km dan 1.000 km dari daratan China,” tulis Shipborne Weapons.
Dengan mengendalikan wilayah udara antara Guam dan gugus pulau pertama, B-21 tidak hanya dapat menembakkan rudal jarak jauh ke target darat dan laut China, tetapi juga membangun koridor yang aman bagi Angkatan Laut-nya, logistik, unit pengintaian dan peringatan dini, serta pesawat pengebom strategis lainnya, seperti pesawat B-52H, B-1B, dan B-1A.
Hal ini akan menguras habis pertahanan udara China, karena mereka harus mencegat "rudal udara-ke-kapal, udara-ke-darat, dan bahkan rudal hipersonik yang tak ada habisnya."
Kelompok penyerang kapal induk China juga harus mundur di balik perlindungan angkatan udara mereka yang berbasis di darat. "Yang akan mempersulit pencapaian tujuan strategis mereka untuk membangun pertahanan udara dan laut serta sistem peringatan dini lepas pantai," imbuh artikel majalah tersebut.
Laporan itu juga menyebutkan J-20 mengalami banyak keterbatasan, termasuk jangkauannya yang pendek, kapasitas senjata yang terbatas, kemampuan siluman segala arah yang tidak memadai, dan ketergantungan pada pesawat peringatan dini dan kontrol udara.
Oleh karena itu, Angkatan Udara PLA membutuhkan pesawat tempur generasi keenam dengan kemampuan siluman segala arah yang lebih baik, jangkauan yang lebih jauh, avionik yang lebih canggih, jelajah supersonik yang lebih baik, dan ruang senjata yang lebih besar untuk melawan B-21.
Lebih lanjut, laporan itu mengeklaim bahwa desain unik J-36 memenuhi semua persyaratan ini, dan bahkan mungkin menjadi pesawat tempur generasi keenam operasional pertama di dunia yang beroperasi sekitar tahun 2030.
B-21 Raider, yang dikembangkan oleh Northrop Grumman, digambarkan sebagai pesawat pengebom generasi keenam pertama di dunia.
Penerbangan perdananya dilakukan pada bulan November 2023. Angkatan Udara AS bermaksud untuk mendapatkan setidaknya 100 B-21 Raider.
B-21 Raider juga telah meningkatkan pengujian penerbangannya akhir-akhir ini. Pada bulan Maret, presiden divisi aeronautika Northrop Grumman, Tom Jones, mengumumkan bahwa B-21 tengah melakukan uji terbang setidaknya dua kali seminggu di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California.
“B-21 mampu menempuh jarak lebih dari 2.000 km dari Guam untuk menjalankan misi ‘menjelajah udara dengan superioritas’ selama beberapa jam di sekitar gugus pulau pertama, yang berjarak antara 800 km dan 1.000 km dari daratan China,” tulis Shipborne Weapons.
Dengan mengendalikan wilayah udara antara Guam dan gugus pulau pertama, B-21 tidak hanya dapat menembakkan rudal jarak jauh ke target darat dan laut China, tetapi juga membangun koridor yang aman bagi Angkatan Laut-nya, logistik, unit pengintaian dan peringatan dini, serta pesawat pengebom strategis lainnya, seperti pesawat B-52H, B-1B, dan B-1A.
Hal ini akan menguras habis pertahanan udara China, karena mereka harus mencegat "rudal udara-ke-kapal, udara-ke-darat, dan bahkan rudal hipersonik yang tak ada habisnya."
Kelompok penyerang kapal induk China juga harus mundur di balik perlindungan angkatan udara mereka yang berbasis di darat. "Yang akan mempersulit pencapaian tujuan strategis mereka untuk membangun pertahanan udara dan laut serta sistem peringatan dini lepas pantai," imbuh artikel majalah tersebut.
Laporan itu juga menyebutkan J-20 mengalami banyak keterbatasan, termasuk jangkauannya yang pendek, kapasitas senjata yang terbatas, kemampuan siluman segala arah yang tidak memadai, dan ketergantungan pada pesawat peringatan dini dan kontrol udara.
Oleh karena itu, Angkatan Udara PLA membutuhkan pesawat tempur generasi keenam dengan kemampuan siluman segala arah yang lebih baik, jangkauan yang lebih jauh, avionik yang lebih canggih, jelajah supersonik yang lebih baik, dan ruang senjata yang lebih besar untuk melawan B-21.
Lebih lanjut, laporan itu mengeklaim bahwa desain unik J-36 memenuhi semua persyaratan ini, dan bahkan mungkin menjadi pesawat tempur generasi keenam operasional pertama di dunia yang beroperasi sekitar tahun 2030.
(mas)
Lihat Juga :