Ini Tampang Komandan Israel Pembunuh Hind Rajab, Kini Diadukan ke ICC

Senin, 05 Mei 2025 - 09:11 WIB
loading...
Ini Tampang Komandan...
Komandan Brigade Lapis Baja ke-401 militer Israel, Letnan Kolonel Benny Aharon, diadukan ke ICC atas pembunuhan gadis cilik Palestina Hind Rajab dan keluarganya di Kota Gaza. Foto/The Hind Rajab Foundation
A A A
GAZA - Hind Rajab Foundation telah secara terbuka mengidentifikasi komandan Israel yang bertanggung jawab atas pembunuhan gadis cilik Palestina Hind Rajab di Kota Gaza pada Januari 2024.

Sosok komandan tersebut adalah Letnan Kolonel Benny Aharon. Dia adalah komandan Brigade Lapis Baja ke-401 militer Israel.

Hind Rajab Foundation, yayasan yang didirikan untuk membela gadis cilik itu, kini mengajukan pengaduan ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag.

Menurut yayasan tersebut, komandan militer Israel tersebut melakukan kejahatan perang dalam pembunuhan Hind Rajab (7) dan keluarganya.

Baca Juga: Kisah Menyayat Hati Hind Rajab Mendunia, Gadis Cilik Gaza Korban Kekejaman Israel

Letnan Kolonel Benny Aharon, kata yayasan tersebut, bertanggung jawab langsung atas operasi militer yang menargetkan mobil keluarga Hind Rajab di lingkungan Tel al-Hawa, Kota Gaza, pada tanggal 29 Januari 2024.

Pengaduan ke ICC diajukan setelah penyelidikan selama setahun, di mana tim yayasan itu mengidentifikasi tentara, perwira, dan komandan lapangan yang terlibat dalam serangan, yang semuanya berada di bawah komando Aharon.

Hind Rajab semestinya berusia tujuh tahun pada hari Jumat, 3 Mei 2025.

Alih-alih merayakan ulang tahunnya, yayasan yang didirikan untuk mengenangnya mengumumkan bahwa mereka telah mengambil langkah hukum pertama untuk meminta pertanggungjawaban para pembunuhnya.

Pernyataan yayasan tersebut mencatat bahwa unit tank Aharon tidak hanya menembaki mobil keluarga gadis cilik tersebut, tetapi kemudian mengebom ambulans Bulan Sabit Merah Palestina yang dikirim untuk menyelamatkan Hind Rajab, menewaskan dua paramedis.

Hind Rajab, yang terluka dan ketakutan, tetap hidup selama berjam-jam setelah serangan awal.

Dia berbicara kepada paramedis melalui telepon, berbisik, "Saya sangat takut...tolong datang," sebelum meninggal sendirian, tanpa pertolongan.

Jasadnya ditemukan sepuluh hari kemudian, tergeletak di samping sepupunya; Lian, di antara reruntuhan dan puing-puing.

Yayasan tersebut mengatakan pengaduan ke ICC didasarkan pada "bukti kuat dan investigasi terperinci", yang dilakukan bekerja sama dengan para ahli hukum dan organisasi penelitian, termasuk Forensic Architecture.

Hind Rajab Foundation sedang mencari surat perintah penangkapan untuk Aharon dan anggota unitnya yang lain.

"Ini bukan tindakan balas dendam, tetapi kewajiban hukum dan moral terhadap seorang anak yang terbunuh saat memohon bantuan," kata Diab Abu Jahjah, kepala Hind Rajab Foundation, seperti dikutip Palestine Chronicle, Senin (5/5/2025).

"Hari ini, Hind seharusnya meniup lilin ulang tahun. Sebaliknya, kami mengungkap identitas pembunuhnya, dan kami akan mengejarnya dengan fakta dan hukum."

Yayasan tersebut menyimpulkan bahwa pengajuan ini menandai awal dari perjalanan panjang menuju keadilan, dan berjanji untuk melanjutkan upaya mengungkap dan meminta pertanggungjawaban semua pihak yang bertanggung jawab atas pembantaian di Tel al-Hawa, sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas melawan impunitas atas kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil Palestina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Berita Terkini
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved