Siapa Saja Elemen di Yaman yang Ingin Melemahkan Houthi?

Senin, 05 Mei 2025 - 04:40 WIB
loading...
A A A
Pemerintah Yaman telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir, dengan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi tiba-tiba mengundurkan diri pada tahun 2022 dan menyerahkan kekuasaan kepada Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC) yang beranggotakan delapan orang, yang sejauh ini terbukti tidak efektif.

Perdana Menteri PLC Ahmed Awad Bin Mubarak mengundurkan diri pada hari Minggu, mengklaim telah diblokir dari memenuhi tugasnya, karena laporan beredar tentang konflik antara dia dan Presiden Rashad al-Alimi dan tuduhan penyelundupan misi.

PLC mencakup anggota yang sebelumnya berperang melawan pemerintah Yaman. Mereka termasuk Aydarous al-Zubaidi, kepala Dewan Transisi Selatan (STC) yang separatis, dan Tareq Saleh, keponakan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, mantan sekutu Houthi.

3. Memanfaatkan Krisis Gaza

Kapal-kapal yang terkait dengan kapal-kapal di Laut Merah, serta serangan terhadap Israel sendiri, telah menyebabkan kampanye pengeboman terhadap Yaman, dan beberapa pasukan anti-Houthi kini melihat peluang.

“Kami telah melihat berbagai faksi anti-Houthi melobi untuk mendapatkan dukungan AS sejak dimulainya krisis Gaza,” kata Nick Brumfield, seorang pakar Yaman, kepada Al Jazeera.

“Baik pemerintah Yaman maupun Dewan Transisi Selatan telah secara kompetitif berusaha menampilkan diri mereka sebagai solusi atas kebutuhan AS akan mitra di lapangan untuk melawan Houthi di Yaman.”

Pemerintah Yaman telah lama menekankan bahwa tujuan utamanya adalah mengalahkan Houthi dan mengakhiri “kudeta” kelompok tersebut terhadap negara Yaman.

Pada awal April, Presiden al-Alimi berbicara tentang pentingnya persatuan nasional “untuk menggulingkan kudeta”, seraya menambahkan bahwa “waktu yang menentukan” dari “pertempuran untuk pembebasan” sudah dekat.

Al-Alimi belum memberikan indikasi kapan pertempuran melawan Houthi itu akan terjadi, tetapi pasukan di bawah payung pemerintah Yaman mungkin akan melihat peningkatan serangan udara AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

AS mengklaim serangan itu menargetkan para pemimpin Houthi dan telah secara signifikan menurunkan kemampuan Houthi. Pihak berwenang Houthi mengatakan bahwa sedikitnya 123 warga Yaman telah tewas dalam serangan itu sejak serangan itu meningkat pada pertengahan Maret, banyak dari mereka adalah warga sipil.

4. Uni Emirat Arab Juga Ikut Bermain

Laporan dari The Wall Street Journal (WSJ) dan Bloomberg mengklaim bahwa diskusi untuk operasi darat anti-Houthi, yang didukung oleh AS, sedang berlangsung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
Beda dengan Hizbullah,...
Beda dengan Hizbullah, Mengapa Houthi Setengah Hati Terlibat dalam Perang Iran?
Houthi Bersumpah Tingkatkan...
Houthi Bersumpah Tingkatkan Serangan ke AS dan Israel jika Perang Terus Berlanjut
Bantu Iran Melawan AS-Israel,...
Bantu Iran Melawan AS-Israel, Houthi Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb
Siapa Pemasang Kiswah...
Siapa Pemasang Kiswah Kakbah Pertama? Ini Kisah Uniknya dari Negeri Yaman
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved